Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Empat Warga Pro Perbekel Dianiaya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Penyelesaian kasus Perbekel (kepala desa) mesum berbuntut. Empat warga Dusun Karya Sari, Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan yakni Wayan Suasa (52) Ketut Seneng (69) Ketut Mulada dan Ketut Merta Wijaya (27) menjadi korban penganiayaan, Senin (8/12).
Mereka dianiaya oleh beberapa warga saat mengikuti rapat membahas kasus ulah mesum Perbekel Karya Sari yakni Gede Suasana di SD 3 Karya Sari.
Akibat penganiayaan oleh beberapa warga Karya Sari yang menginginkan Perbekel Gede Suasana mundur dari jabatannya, keempat korban (warga pro perbekel) mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya.
Atas kejadian itu mereka melaporkan pelaku yakni I Ketut Rika ,Wayan Wijana, Mulada, Ginadra, Rudiasa dan Sumendra ke Mapolres Tabanan.
Menurut pengakuan Ketut Merta Wijaya (27) salah satu korban yang sedang menjalani visum di RSUD Tabanan, kejadian itu berawal ketika beberapa warga Karya Sari dikumpulkan di SD 3 Karya Sari, Senin pagi
Hadir juga dalam pertemuan itu Camat Pupuna I Dewa Nyoman Sumerta, pihak kepolisian setempat, termasuk Perbekel Karya Sari Gede Suasana.
Awalnya pertemuan berjalan dengan kondusif. Pertemuan itu pun menghasilkan empat opsi atas kasus yang menimpa Perbekel Gede Susana.
Namun tiga dari empat opsi itu tetap menginginkan Perbekel tidak diganti dan disetujui oleh sebagian besar yang hadir.
Namun ketika salah satu warga yakni Putu Derika yang juga mertua dari Perbekel Karya Sari menanyakan ulah yang dilakukan oleh Perbekel, suasana rapat yang dihadiri puluhan orang itu mulai memanas.
"Ia meminta agar Perbekel mengundurkan diri," jelas Wijaya seraya menahan sakit di bagian kepala kananya karena kena cincin setelah dibogem oleh orang yang tidak diketahuinya.
Saat itulah lanjut Wijaya, rapat mulai ricuh. Suasana semakin panas, bahkan Camat yang ada dalam pertemuan itu tidak bisa menenangkan peserta. Entah siapa yang memulai, sekitar pukul 10.30 Wita beberapa warga merangsek ke depan sembari mau memukul Gede Suasana.
Beberapa warga yang melihat keadaan itu langsung memberikan pertolongan dengan melidungi Perbekel."Saya lindungi Perbekel, dari serangan beberapa warga, saya pun tidak luput dari pukulan salah satu sesorang," jelas Wijaya.
Upaya memberikan perlidungan kepada Perbekel Gede Suasana berhasil membawa Perbekel ke luar dari ruangan rapat , namun keempat korban yang menjadi sasaran empuk warga yang menginginkan Perbekel Gede Suasana mundur mengalami luka memar.
"Kami selaku warga masyarakat tetap menginginkan Perbekel Gede Suasana tetap menjabat," jelasnya.
Atas kejadian itu keempat korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Tabanan dengan tuduhan kasus penganiayaan.
"Kami takut melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Pupuan karena faktor keamanan, maka kami putuskan melapor ke Mapolres Tabanan," tuturnya didampingi Perbekel Gede Suasana saat menjalani visum di RSUD Tabanan.
Beberapa korban pun mengaku merasa takut untuk pulang ke Pupuan karena faktor keamanan. "Untuk sementara kami akan menginap di Mapolres," kata Wayan Suasa korban lainnya.
Kasus ini berawal ketika istri dari Perbekel Karya Sari, Gede Suasana melapor ke polisi karena menemukan foto-foto mesra antara Suasana dengan selingkuhannya.Kasus ini kini masih ditangani Mapolres Tabanan dan masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 917 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 766 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 581 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 546 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik