Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Depbudpar Siap Implementasikan Desa Wisata
BERITABALI.COM, BADUNG.
Mulai 2009 mendatang Departemen kebudayaayan dan Pariwisata berencana mengembangkan desa wisata di beberapa propinsi di tanah Air. Pengembangan desa ini sebagai bagian dari upaya membangun komunitas pariwisata yang berbasis pada masyarakat.
Pengembangan desa wisata ini juga sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan paket wisata kreatif yang nantinya diharapkan mampu tetap menarik wisatawan untuk tetap berkunjunng ditengah situasi krisis ekonomi global.
Kepala Badan Pengembangan Sumber daya Budaya dan Pariwisata I Gusti Putu Laksaguna ketika ditemui beritabali.com di Nusa Dua (12/12) menyatakan satu tantangan yang menjadi masalah dalam pengembangan wisata desa adalah komitmen dari masyarakat desa, mengingat proses pengembangan desa wisata memerlukan waktu cukup panjang.
Komitmen dulu, komitment dari masyarakat desanya , mau gak mereka dikembangkan menjadi desa wisata, karena juga tidak semuanya mempunyai potensi , sesuatu hal yang perlu harus dicermati pengembangan pariwisata hakekatnya kita itu adalah menonjolkan keunikan dan kekhasan papar I Gusti Putu Laksaguna.
Laksaguna mengatakan untuk mengembangkan desa wisata pada tahap awal Departemen Kebudayaan dan Pariiwisata akan mendidik sekitar 10 ribu orang untuk dipersiapkan sebagai kader-kader bagi pengembangan desa wisata.
Laksaguna menambahkan pada tahun 2009 mendatang sebagai pengembangan awal akan dipilih 5 propinsi yang berpotensi unntuk pengembangan desa wisata.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang