Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sunda Kecil Jadi Pilot Project Konservasi Laut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kawasan Ekosistem Laut Sunda Kecil menjadi salah satu pilot project pengembangan jejaring kawasan konservasi laut di Indonesia. Jejaring Konservasi kawasan laut ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati laut Indonesia.
Pengembangan jejaring kawasan konservasi laut ini merupakan bagian dari program perluasan kawasan konservasi laut di Indonesia yang ditargetkan mencapai 10 juta hektar pada tahun 2010 dan 20 juta hektar pada tahun 2020. Dimana Kawasan Ekosistem Laut Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa tenggara Barat.
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Ir. Syamsul Maarif ketika ditemui beritabali.com di Sanur (18/12) menyampaikan pengembangan jejaring konservasi laut merupakan program konservasi yang lebih mengedepankan konsep pendekatan ekosistem kawasan
Kita harus melakukan pendekatan ekoregion artinya kawasan ekosistem itu sendiri , sehingga ekoregion Sunda Kecil , ini merupakan salah satu pilot project yang kita kembangkan untuk menjadi contoh papar Prof. Dr. Ir. Syamsul Maarif.
Ekosistem kawasan Sunda Kecil memiliki luas 45 juta hektar, dengan luas laut lebih dari 300 ribu km persegi.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun