Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Jam, Dua Tewas Di Jalan

Rabu, 24 Desember 2008, 20:29 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kecelakaan maut yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Jembrana. Kali ini dalam 2 jam, 2 nyawa menjadi korban sia-sia di jalan raya dalam 2 kecelakaan yang berbeda.

Kecelakaan pertama terjadi pukul 11.30 di kilometer 85, Desa Penyaringan yang menewaskan Guru Putu Suardi (90), warga Dusun Anyar Tembles, Penyaringan, Mendoyo. Kecelakaan berawal dari Pekak Suardi yang menaiki sepeda gayung melaju pelan dari arah timur di sisi selatan jalan. Setibanya di TKP dari arah belakang meluncur sebuah truk tak dikenal dan bermaksud menyalip si pekak.

Namun naas sepeda pekak tersenggol truk tersebut lantaran saat menyalip truk kurang mengambil haluan kekanan. Suardi terjatuh dan mengalami luka lecet di puggung dan pinggangnya bengkak. "Korban sempat dirawat di rumah sakit, namun kesadaranya terus menurun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya,"ujar Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Wahyu Tri Cahyono, didampingi Kanit Laka Ipda I Made Swandra, seizin Kepolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Rabu (24/12).

Sedangkan kecelakaan kedua terjadi pukul 13.30 yang merenggut nyawa Arif Sudarto (41), warga Jalan Kusuma Bangsa I Denpasar Utara. Arif meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan di kilometer 105, Desa Tukadaya, Melaya.

Menurut Cahyono kecelakaan itu berawal dari Sudarto yang mengendarai sepeda motor Honda Supra DK 8522 A dengan membonceng Lailiyah (39) asal Desa Macan Putih, Kabat, Banyuwangi, melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Memasuki TKP yang merupakan tikungan tajam ke kiri Sudarto tidak bisa menguasai kendaraannya lalu masuk ke jalur kanan.

Sialnya, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk N 8756 UR yang dikemudikan oleh Moh. Solihin (39) asal Tegalrejo, Probolinggo, sehingga tabrakan hebat tidak bisa dihindari.


Akibat kecelakaan tersebut Sudarto tewas di TKP dengan kepala belakangnya pecah, lehernya patah, pendarahan dari hidung dan luka robek pada dagunya. "Sudarto tidak sempat ditolong, dia meninggal di TKP karena lukanya sangat parah. Sedangkan Lailiyah mengalami luka pada lutut dan paha kanannya saja,"terangnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami