Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Siklon Billy, Selat Bali Terancam Buka Tutup

Minggu, 28 Desember 2008, 20:20 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah III Tuban meramalkan siklon Billy yang terjadi barat laut Australia juga akan mengakibatkan cuaca buruk di selat Bali. Hal tersebut mengakibatkan arus penyeberangan di tengah padatnya penumpang yang ingin menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terancam buka tutup. Pasalnya pihak Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk tidak mau ambil resiko jika memaksakan kapal berlayar dalam situasi cuaca yang tidak bersahabat.

Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari, Minggu (28/12) membenarkan badai siklon tropis Billy mengakibat gelombang laut di selatan Bali mencapai 4,5 meter yang juga berimbas kepada cuaca di Selat Bali berawan berpeluang hujan, angin kencang serta ketinggian gelombang mencapai di atas 2 meter.

"Selat Bali juga ikut kena imbasnya. Dari ramalan BMG yang diterimanya, saat ini cuaca di Selat Bali berawan dan berpeluang hujan, kecepatan angin antara 8 hingga 15 knot/jam dan ketinggian gelombang 0,75 sampai 2 meter. Namun cuaca di Selat Bali sulit diprediksi, sewaktu–waktu bisa berubah sangat buruk terutama pada malam hari,"jelasnya.

Lanjut Kari, pihaknya memantau perkembangan Selat Bali 24 jam dan juga sudah mengeluarkan himbauan kepada semua nahkoda kapal baik secara lisan maupun tertulis agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta selalu memperhatikan cuaca sebelum atau saat berlayar. "Jika cuaca sangat membahayakan pelayaran kami minta nahkoda agar menunda pelayaran dan jika sudah di tengah laut agar kembali ke pelabuhan terdekat," jelasnya.

Kata Kari, jika nantinya cuaca di Selat Bali benar-benar sangat membahayakan, maka pihaknya terpaksa akan melakukan pola buka tutup. "Jika cuaca benar-benar sangat buruk, penyeberangan akan kita tutup sampai cuaca membaik," tandasnya.

Namun demikian, cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali lebih banyak berimbas ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi karena Gilimanuk posisinya lebih terlindung dan jauh lebih aman. "Biasanya saat angin timur ombak pantai yang besar terjadi di Ketapang dan membuat kapal oleng sehingga membahayakan kapal yang bersandar atau bongkar muat,"jelasnya.

Makanya, kata Kari pola buka tutup lebih sering dilakukan Syahbandar Ketapang. "Jika Ketapang tutup, Gilimanuk juga harus tutup, kalau tidak kapal yang berlayar dari Gilimanuk akan terkatung-katung di tengah laut karena tidak ada dermaga untuk bersandar dan itu sangat berbahaya,"pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami