Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Ribuan Wisdom Tinggalkan Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ribuan wisatawan domestik (wisdom) meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Hal ini tercermin dari antrian ribuan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk yang didominasi oleh mobil-mobil pribadi dengan nomor kendaraan luar Bali
Dari pantauan beritabali.com di Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (2/1), antrian kendaraan pribadi ini membawa ribuan wisdom yang telah menghabiskan liburan panjang Natal dan Tahun Baru. Aliran kendaraan ini begitu besar hingga meluber sampai keluar parkir Pelabuhan Gilimanuk ditambah lagi dengan kendaraan lain seperti truk, bus AKAP dan bus pariwisata. Kebanyakan wisatawan yang membawa kendaraan pribadi memilih meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk malam atau dinihari. Pasalnya, Jumat (2/1) hingga sore, mereka masih menikmati sisa liburan di sejumlah wilayah di Bali. Salah satu wisatawan yang mengaku dari Surabaya, Agus Sucipto (30) mengatakan sejatinya ingin menghabiskan liburan hingga Minggu (4/1) mendatang. "Saya sebenarnya ingin pulang lusa, namun karena ada kepentingan kantor saya harus pulang lebih awal," katanya.
Informasi yang diperoleh dari Pelabuhan Gilimanuk, puncak arus balik akan terjadi pada Jumat (2/1) dan diprediksi akan terjadi hingga Senin (5/1) mendatang.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 838 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 755 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 688 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 390 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 355 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun