Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Raker Tanpa Penjabaran RAPBD, Ketua Komisi A Ngambul

Negara

Senin, 12 Januari 2009, 18:14 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

http://beritabali.com/tag/Raker-Tanpa-Penjabaran-RAPBD-Ketua-Komis-iA-NgambulRupanya pembahasan Ranperda APBD Jembrana 2009 di akhir masa jabatan DPRD Jembrana periode 2004-2009 benar-benar panas. Setelah sebelumnya dibumbui bentrok antara Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan dengan salah satu anggotanya, Wahyu Eko Widianto, kali ini rapat kerja (raker) antara legislatif dengan eksekutif yang berlangsung Senin, (12/1) diwarnai dengan ngambeknya Ketua Komisi A DPRD Jembrana, I Putu Dwita. Dwita ngambek lantaran hingga raker berlangsung dirinya belum menerima penjabaran RAPBD 2009.

Pantuan beritabali.com, awalnya rapat yang dibuka oleh Kembang berlangsung lancar dan diwarnai adu argumen antara kedua belah pihak. Tiba-tiba raker berubah sedikit tegang setelah Dwita yang awalnya hanya mendengar saja melontarkan pernyataannya dengan mengatakan, semestinya rapat kerja dihentikan lantaran raker yang membahas Ranperda APBD 2009 bodong karena tidak disertai dengan rincian kegiatan dan anggaran dari masing-masing SKPD termasuk tidak ada penjabaran rancangan peraturan bupati tentang APBD 2009.

Menurut Dwita, dirinya tidak ikut bertanggungjawab jika Ranperda APBD yang masih bodong itu ditetapkan menjadi APBD. "Ini menyangkut konsekwensi hukum, kalau nanti bermasalah jika ini dipaksakan saya tidak mau ikut bertanggung jawab, jadi selayaknya rapat kerja ini ditunda dulu sampai perincian yang kita minta diberikan eksekutif,"ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Dwita tersebut Plt Sekkab Jembrana, I Gede Suinaya, mengatakan belum adanya rincian RAPBD dan Rancangan Perbup tentang pelaksanaan APBD lantaran masing-masing SKPD belum selesai membuatnya. "Mungkin besok bisa kita berikan. Sekarang SKPD-SKPD yang sudah siap akan memaparkan dengan slide,"terangnya. 

Rupanya jawaban Suinaya tidak membuat Dwita puas. Dwita tetap ngotot tidak akan ikut campur dalam rapat kerja tersebut sebelum apa yang dimintanya dipenuhi. "Jika terus dilanjutkan tanpa adanya perincian RAPBD, saya hanya akan mendengarkan saja,"ujarnya. Namun berselang beberapa menit kemudian, Dwita kabur meninggalkan ruang rapat. Kembang berusaha mencegahnya namun Dwita tetap bersikeras pergi seraya berujar "Buat apa saya ikut rapat untuk membahas RAPBD bodong, saya tidak mau terbelit masalah karena APBD ini berimplikasi hukum," tegasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami