Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anggaran Minim, Dewan Rebutan Proyek

Negara

Selasa, 13 Januari 2009, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Anggaran Minim Dewan  Rebutan ProyekRupanya Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup (PULH) masih menjadi primadona dalam pembahasan Ranperda APBD Jembrana 2009. Kendatipun anggaran PULH melorot hampir 50 persen dari anggaran 2008, namun anggota dewan berlomba-lomba mengusulkan proyek di wilayah kediaman mereka masing-masing. Usulan proyek yang disertai dengan berbagai alasan pembenar tersebut disinyalir sebagai ajang pembuktian kepada konstituen masing-masing, apalagi beberapa diantara anggota dewan yang mengusulkan proyek tersebut ada yang menjadi caleg.

Hal tersebut terpantau dalam rapat kerja (raker) antara legislatif dan eksekutif yang saat membahas Ranperda APBD 2009 untuk SKPD Dinas PULH, Selasa (13/1). Sejumlah anggota dewan tampak saling ngotot berebut proyek lantaran keinginan mereka tidak tercantum dalam rancangan yang telah disusun.

Anggota dewan Nyoman Sudarma asal Desa Penyaringan, Mendoyo mengusulkan perbaikan jalan di wilayah Desa Penyaringan, mengingat jalan yang sangat rusak parah tersebut telah diusulkannya sejak tahun 2007 lalu. "Kalau perlu jalan tersebut di aspal hotmix," tandasnya.

Hal serupa juga dilontarkan anggota dewan seperti Kadek Suardana, Nengah Dana, H Tafsil, IB Arnawa, Komang Yudi Wartono maupun Gede Sudendra. "Jalan di Dusun Mundukwaru, Dauh Waru bukan rusak lagi tapi benyah latig (rusak parah-red). Saya usulkan dalam APBD ini bisa dianggarkan," ujar Sudendra, legislator yang bertempat tinggal di Dauh Waru.

Rebutan proyek perbaikan jalan ini sampai mengorbankan proyek trotoar di Mendoyo dan Melaya yang telah dianggarkan. Menurut mereka pengerjaan trotoar di Mendoyo dan Melaya, dipandang masih belum penting mengingat beberapa jalan di desa/kelurahan di Kecamatan Negara masih belum ada trotoarnya padahal Kecamatan Negara sebagai Kota Kabupaten Jembrana.

Atas sejumlah usulan anggota dewan, Kadis PULH, Ketut Suwijana mengatakan usulan perbaikan jalan seperti yang telah dicantumkan dalam rancangan APBD 2009 ini, sebelumnya telah dirumuskan dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Namun untuk mengakomodasi sejumlah usulan anggota dewan tersebut, Swijana sepakat untuk melakukan pergeseran. Suwijana pun menyetujui adanya skala prioritas terhadap jalan di desa maupun di kota agar dihotmix. 


"Sepanjang dana mencukupi, kami akan berupaya memenuhinya. Namun karena dana yang ada terbatas sementara keinginannya banyak, sehingga dewan mengusulkan solusi berupa pergeseran lokasi proyek atau menggunakan SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran), " terang Suwijana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami