Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Anggaran Minim, Dewan Rebutan Proyek
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Anggaran Minim Dewan Rebutan ProyekRupanya Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup (PULH) masih menjadi primadona dalam pembahasan Ranperda APBD Jembrana 2009. Kendatipun anggaran PULH melorot hampir 50 persen dari anggaran 2008, namun anggota dewan berlomba-lomba mengusulkan proyek di wilayah kediaman mereka masing-masing. Usulan proyek yang disertai dengan berbagai alasan pembenar tersebut disinyalir sebagai ajang pembuktian kepada konstituen masing-masing, apalagi beberapa diantara anggota dewan yang mengusulkan proyek tersebut ada yang menjadi caleg.
Hal tersebut terpantau dalam rapat kerja (raker) antara legislatif dan eksekutif yang saat membahas Ranperda APBD 2009 untuk SKPD Dinas PULH, Selasa (13/1). Sejumlah anggota dewan tampak saling ngotot berebut proyek lantaran keinginan mereka tidak tercantum dalam rancangan yang telah disusun.
Anggota dewan Nyoman Sudarma asal Desa Penyaringan, Mendoyo mengusulkan perbaikan jalan di wilayah Desa Penyaringan, mengingat jalan yang sangat rusak parah tersebut telah diusulkannya sejak tahun 2007 lalu. "Kalau perlu jalan tersebut di aspal hotmix," tandasnya.
Hal serupa juga dilontarkan anggota dewan seperti Kadek Suardana, Nengah Dana, H Tafsil, IB Arnawa, Komang Yudi Wartono maupun Gede Sudendra. "Jalan di Dusun Mundukwaru, Dauh Waru bukan rusak lagi tapi benyah latig (rusak parah-red). Saya usulkan dalam APBD ini bisa dianggarkan," ujar Sudendra, legislator yang bertempat tinggal di Dauh Waru.
Rebutan proyek perbaikan jalan ini sampai mengorbankan proyek trotoar di Mendoyo dan Melaya yang telah dianggarkan. Menurut mereka pengerjaan trotoar di Mendoyo dan Melaya, dipandang masih belum penting mengingat beberapa jalan di desa/kelurahan di Kecamatan Negara masih belum ada trotoarnya padahal Kecamatan Negara sebagai Kota Kabupaten Jembrana.
Atas sejumlah usulan anggota dewan, Kadis PULH, Ketut Suwijana mengatakan usulan perbaikan jalan seperti yang telah dicantumkan dalam rancangan APBD 2009 ini, sebelumnya telah dirumuskan dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Namun untuk mengakomodasi sejumlah usulan anggota dewan tersebut, Swijana sepakat untuk melakukan pergeseran. Suwijana pun menyetujui adanya skala prioritas terhadap jalan di desa maupun di kota agar dihotmix.
"Sepanjang dana mencukupi, kami akan berupaya memenuhinya. Namun karena dana yang ada terbatas sementara keinginannya banyak, sehingga dewan mengusulkan solusi berupa pergeseran lokasi proyek atau menggunakan SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran), " terang Suwijana.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 757 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 680 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 501 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 478 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik