Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Jalur Setan Telan 3 Korban
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur setan Denpasar-Gilimanuk kembali memakan korban. Hanya berselang kurang dari 24 jam, 3 orang tewas sia-sia dalam 2 kecelakaan di 2 tempat yang berbeda.
Komang Sumayasa (23) warga Dusun Dalem, Duda, Selat, Karangasem tewas mengenaskan pada kecelakaan yang terjadi di km 69-70 tepatnya di Dusun Dauh Pangkung, Pekutatan pada Senin (19/1) pagi. Dari informasi yang diperoleh di TKP, kecelakaan berawal dari kecerobohan sopir Nissan B B9394 JK, Suparman Sumantoro (37), warga Perum Telaga Harapan E8/17, Tegal Murni, Cikarang Barat, Bekasi, Jabar saat menyalip truk tak dikenal yang melaju di depannya.
Saat menyalip, truk Nissan yang memuat 5 unit kendaraan tersebut meluncur dari arah barat menuju Denpasar mengambil haluan terlalu ke kanan. Memasuki TKP, dari arah yang berlawanan muncul Sumayasa yang mengendarai sepeda motor Honda DK 2025 MJ dengan membonceng rekan perempuannya, Putu Rina Indrayani (17), warga Pangyangan, Pekutatan. Tak ayal, kecelakaan adu jangkrikpun terjadi yang membuat Sumayasa tewas saat menuju ke RSUD Negara sedangkan Putu Rina Indrayani tewas menyusul Sumayasa setelah beberapa jam sempat dirawat di RSUD Negara.
Beberapa jam sebelumnya, terjadi kecelakaan di km 73-74 wilayah Desa Yeh Sumbul, Mendoyo yang menewaskan Chopiah (29), warga alamat Dusun Blokagung, Karang Doro Tegalsari, Banyuwangi. Dari informasi yang dikumpulkan, kecelakaan berawal saat Chopiah yang mengendarai sepeda motor DK 5120 ER melaju dari arah barat berusaha menyalip Mitsubishi Kuda L 2264 GZ yang dikemudikan oleh I Gde Wayan Gunawan, warga Desa Klating, Kerambitan, Tabanan di TKP yang bermedan tikungan tajam ke kiri. Lalu pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan meluncur truk Hino DK 8796 WA yang dikemudikan oleh I Gede Yasa (38), warga Dusun Taman, Tuwed Merlaya.
Alhasil, tabrakan hebatpun tidak terhindarkan. Chopiah tewas mengenaskan di TKP setelah mengalami luka parah, pendarahan dari hidung dan telinga, serta luka luka pada kedua tangan, kaki serta bahu bengkak.
Sementara itu, Kanit Lantas Iptu Made Suwandra mendampingi Kasat Lantas AKP Wahyu Eko seijin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi, Senin (19/1) membenarkan terjadinya 2 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jembrana. "Saat ini masih dalam proses penyelidikan," Suwandra.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun