Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Harga Jeblok, Petani Salak Pupuan Panik
Pupuan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Petani salak di Tabanan belakangan ini mulai panik, pasalnya harga salak pada musim panen kali ini anjlok mencapai Rp 400 per kilogramnya. Anjoknya harga salak diakui oleh sejumlah petani salak kecamatan Pupuan.
Akibat anjloknya harga salak, banyak petani salak pupuan merugi karena tidak sebanding dengan biaya produksi dan perawatan. "penurunan ini sudah terjadi dua kali, sebagian besar petani salak di wilayah kami mengalami kerugian," jelas I Wayan Agus Miasa (28) petani salak asal Desa Munduk Temu, Pupuan, Senin (26/1).
Diakuinya, setiap musim panen yang jatuh pada bulan Desember-Januari harga salak pasti melorot tajam. Selain karena over produksi, juga karena saat ini kebutuhan akan buah berkurang mengingat upacara adat atau hari besar agama Hindu belum tiba. "hasil panen petani salak, minimal hasil panen para petani dikawasan Pupuan bisa melebihi satu Ton," bebernya.
Sedikitnya permintaan, membuat petani terpaksa melepas salak mereka dengan harga yang rendah. "kami banyak menjual kepada pembeli asal dari Jawa dengan harga Rp 600 per kilogram, daripada dijual dengan harga Rp 400 per kilo di Bali," keluhnya.
Ia dengan para petani salak lainnya pun merasa kecewa dengan harga yang begitu rendah, dan berkeinginan mengganti semua tanaman salak mereka dengan tanaman buah yang lainnya. Rasa kecewa para petani bertambah ketika mengetahui harga di salak di pasar mencapai Rp 1500 per kilogramnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun