Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Jeblok, Petani Salak Pupuan Panik

Pupuan

Senin, 26 Januari 2009, 18:17 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Petani salak di Tabanan belakangan ini mulai panik, pasalnya harga salak pada musim panen kali ini anjlok mencapai Rp 400 per kilogramnya. Anjoknya harga salak diakui oleh sejumlah petani salak kecamatan Pupuan.

Akibat anjloknya harga salak, banyak petani salak pupuan merugi karena tidak sebanding dengan biaya produksi dan perawatan. "penurunan ini sudah terjadi dua kali, sebagian besar petani salak di wilayah kami mengalami kerugian," jelas I Wayan Agus Miasa (28) petani salak asal Desa Munduk Temu, Pupuan, Senin (26/1).

Diakuinya, setiap musim panen yang jatuh pada bulan Desember-Januari harga salak pasti melorot tajam. Selain karena over produksi, juga karena saat ini kebutuhan akan buah berkurang mengingat upacara adat atau hari besar agama Hindu belum tiba. "hasil panen petani salak, minimal hasil panen para petani dikawasan Pupuan bisa melebihi satu Ton," bebernya.

Sedikitnya permintaan, membuat petani terpaksa melepas salak mereka dengan harga yang rendah. "kami banyak menjual kepada pembeli asal dari Jawa dengan harga Rp 600 per kilogram, daripada dijual dengan harga Rp 400 per kilo di Bali," keluhnya. 


Ia dengan para petani salak lainnya pun merasa kecewa dengan harga yang begitu rendah, dan berkeinginan mengganti semua tanaman salak mereka dengan tanaman buah yang lainnya. Rasa kecewa para petani bertambah ketika mengetahui harga di salak di pasar mencapai Rp 1500 per kilogramnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami