Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Harga Jeblok, Petani Salak Pupuan Panik
Pupuan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Petani salak di Tabanan belakangan ini mulai panik, pasalnya harga salak pada musim panen kali ini anjlok mencapai Rp 400 per kilogramnya. Anjoknya harga salak diakui oleh sejumlah petani salak kecamatan Pupuan.
Akibat anjloknya harga salak, banyak petani salak pupuan merugi karena tidak sebanding dengan biaya produksi dan perawatan. "penurunan ini sudah terjadi dua kali, sebagian besar petani salak di wilayah kami mengalami kerugian," jelas I Wayan Agus Miasa (28) petani salak asal Desa Munduk Temu, Pupuan, Senin (26/1).
Diakuinya, setiap musim panen yang jatuh pada bulan Desember-Januari harga salak pasti melorot tajam. Selain karena over produksi, juga karena saat ini kebutuhan akan buah berkurang mengingat upacara adat atau hari besar agama Hindu belum tiba. "hasil panen petani salak, minimal hasil panen para petani dikawasan Pupuan bisa melebihi satu Ton," bebernya.
Sedikitnya permintaan, membuat petani terpaksa melepas salak mereka dengan harga yang rendah. "kami banyak menjual kepada pembeli asal dari Jawa dengan harga Rp 600 per kilogram, daripada dijual dengan harga Rp 400 per kilo di Bali," keluhnya.
Ia dengan para petani salak lainnya pun merasa kecewa dengan harga yang begitu rendah, dan berkeinginan mengganti semua tanaman salak mereka dengan tanaman buah yang lainnya. Rasa kecewa para petani bertambah ketika mengetahui harga di salak di pasar mencapai Rp 1500 per kilogramnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan