Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perdagangan Penyu Cendrung Dalam Bentuk Daging

Sidakarya

Rabu, 28 Januari 2009, 18:17 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Hasil Pemantauan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menunjukkan intensitas perdagangan illegal satwa penyu di Bali dalam satu tahun terakhir mengalami penurunan hingga 80 persen. Data BKSDA Bali mencatat rata-rata dalam satu tahun terakhir perdagangan illegal satwa penyu di Bali mencapai 100 ekor.

Koordinator Perijinan BKSDA Bali Budi Utomo ketika ditemui beritabali.com di Sidakarya (28/1) mengakui data tersebut baru sebatas data yang terungkap dilapangan, sebab perdagangan penyu dilakukan secara tersembunyi dan terkoordinir dengan rapi. Budi Utomo menyatakan kondisi yang lebih menyulitkan dalam mengungkap perdagangan penyu illegal adalah penyu yang diperdagangankan kini lebih cendrung dalam bentuk daging.

“itu salah satu modus juga, jadi penyelundupan penyu bukan dalam bentuk penyu sekarang mereka menyelundupkan dalam bentuk daging. Kesulitanya dalam identifikasi karena mereka sering mencampur dengan ikan. sama dengan masuk ke Bali dalam bentuk sate”jelas Budi Utomo.


Budi Utomo mengungkapkan penyu yang diperdagangkan di Bali sebagian besar berasal dari Sulawesi, Kalimantan dan Maluku. Sebab populasi penyu di Bali cukup sedikit. Walaupun sebagian besar pesisir pantai di Bali selama ini merupakan tempat penyu bertelur. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami