Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Perdagangan Penyu Cendrung Dalam Bentuk Daging
Sidakarya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Pemantauan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menunjukkan intensitas perdagangan illegal satwa penyu di Bali dalam satu tahun terakhir mengalami penurunan hingga 80 persen. Data BKSDA Bali mencatat rata-rata dalam satu tahun terakhir perdagangan illegal satwa penyu di Bali mencapai 100 ekor.
Koordinator Perijinan BKSDA Bali Budi Utomo ketika ditemui beritabali.com di Sidakarya (28/1) mengakui data tersebut baru sebatas data yang terungkap dilapangan, sebab perdagangan penyu dilakukan secara tersembunyi dan terkoordinir dengan rapi. Budi Utomo menyatakan kondisi yang lebih menyulitkan dalam mengungkap perdagangan penyu illegal adalah penyu yang diperdagangankan kini lebih cendrung dalam bentuk daging.
“itu salah satu modus juga, jadi penyelundupan penyu bukan dalam bentuk penyu sekarang mereka menyelundupkan dalam bentuk daging. Kesulitanya dalam identifikasi karena mereka sering mencampur dengan ikan. sama dengan masuk ke Bali dalam bentuk sate”jelas Budi Utomo.
Budi Utomo mengungkapkan penyu yang diperdagangkan di Bali sebagian besar berasal dari Sulawesi, Kalimantan dan Maluku. Sebab populasi penyu di Bali cukup sedikit. Walaupun sebagian besar pesisir pantai di Bali selama ini merupakan tempat penyu bertelur.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli