Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gubernur Tolak Investasi PT. Anantara

Renon

Jumat, 30 Januari 2009, 15:09 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika memutuskan untuk menolak rencana investasi PT. Anantara di kawasan Danau Buyan Buleleng. Pastika menegaskan, krama Bali jangan khawatir akan komitmennya menjaga dan menyelamatkan Bali.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima aksi demonstrasi sekitar 100 aktivis Forum Peduli Bhisama dan Kawasan Suci dan Pemangku Sejagat Bali (FPBKPSB) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (30/1).

Hal pertama yang diselamatkan adalah alam Bali. Oleh karena itu, permintaan rekomendasi dari PT Anantara yang ingin menanamkan modal membangun panggung terapung dan taman wisata alam di Danau Buyan, pasti ditolak karena tidak sesuai dengan landasan filosofis (agama, budaya dan kawasan suci), sosiologis, yuridis dan lingkungan hidup yang ada.

“Saya sudah memahami semua yang disampaikan dan saya sudah jawab dengan tegas bahwa permintaan rekomendasi dari PT Anantara, pasti saya tolak. Ini suratnya sudah ada,” kata Gubernur.

Sebelumnya Forum Peduli Bhisama & Kawasan Suci dan Pemangku Sejagat Bali melakukan aksi ke Kantor Gubernur Bali untuk menyikapi adanya pelanggaran terhadap Bhisama Kesucian Pura dan Kawasan Suci didalam kegiatan pembangunan di Bali.

Ketua Forum I Gusti Ngurah Mendra mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pengamatan tim di lapangan maupun hasil audiensi dengan PHDI Bali, Dinas Kehutanan Provinsi Bali dan DPRD Bali, dapat disimpulkan pelanggaran itu terjadi di sejumlah tempat seperti di Loloan Yeh Poh, Uluwatu, Silayukti, Tanah Lot, Serangan dan banyak lagi. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami