Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kualitas Kayu Dikeluhkan Warga
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kualitas bahan kayu dalam program bedah rumah di Desa Muntigunung Karangasem dikeluhkan warganya. Pasalnya, bahan baku kayu yang dipakai membangun masih terlalu muda, hal itu bisa dilihat dari warnanya yang tampak pucat.
“Bahan baku kayu yang dipakai membangun rumah itu kurang bagus, jadi tolong agar kayunya yang dikapai lebih bagus, sehingga program bedah rumah benar-benar bisa bermanfaat bagi warga kurang mampu, ” ujar Sudiasih, seorang warga Muntigunung saat mendapat giliran bicara pada acara Simakrama Gubernur Bali dan jajarannya di wantilan Gedung DPRD Bali, Sabtu (31/1).
Menanggapi keluhan itu, Gubernur Pastika mengakui adanya penggunaan kayu yang masih muda dalam program bantuan bedah rumah di Muntigunung. Hanya saja, Gubernur mengklarisfikasi bahwa rumah-rumah yang sudah dibangun di Desa Muntigunung itu bukanlah bagian dari program bedah rumah yang dicanangkan Provinsi.
“Provinsi untuk tahun 2009 ini memang memprogramkan bedah rumah 300 unit di Bali dengan jatah per unit Rp 10 juta. Tapi belum dimulai,” jelas Gubernur. Pastika yang beberapa waktu lalu kebetulan berkunjung ke desa itu, mengaku sempat melihat kualitas kayu dalam bangunan rumah itu terlihat menggunakan kayu muda, terbutkit warnanya putih dan ketika kering melengkung.
Saat ini, Pastika sedang mengupayakan agar dana Rp 10 juta benar-benar seutuhnya bisa dipakai membangun untuk jatah satu unit. “Kalau ditenderkan, mungkin anggaran yang dipakai makin kecil karena masih dipotong pajak,” ujarnya. Jadi jangan sampai dananya yang Rp 10 juta, lantas yang dipakai efektif Cuma Rp 7 juta. Akibatnya akan memengaruhi kualitas bangunan.
Di sela-sela itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Nyoman Puasha Aryana langsung angkat bicara. Bahwa program bedah rumah yang sudah terbangun di Muntigunung itu adalah program Depsos Pusat yang langsung direalisasikan ke daerah dengan bekerja sama dengan TNI.
“Dari catatan yang ada di Dinas Sosial, program bedah rumah yang sudah berjalan adalah dari Depsos Pusat, tiap rumah juga dianggarkan Rp 10 juta,” ujar Puasha Aryana, mantan Karo Humas dan Protokol dan baru beberapa hari menjabat sebagai Kapala Dinas Sosial Bali ini. (sss)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan