Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Pedande Gunung: Dituding Orang Sehat Kita Akan Sadar
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ida Pedande Made Gunung secara tegas menyatakan tidak tersinggung dengan tudingan sinting yang sempat dilontarkan Bupati Buleleng Putu Bagiada. Menurut Pedande Made Gunung ukuran sinting tidak sinting pada seseorang sangat relative sekali. Hal ini disampaikan Pedande Made Gunung ketika ditemui beritabali.com di Renon (6/2).
Pedande Made Gunung berharap para pemimpin Bali kembali mengedepankan konsep Tri Hita Karana dalam menerapkan kebijakan. Pedande Gunung menegaskan akan tetap tidak setuju dengan pembangunan yang berdalih mensejahterakan masyarakat tetapi kenyataanya merusak alam Bali.
Pedande Gunung kembali menegaskan sedikitpun tidak ada perasaan marah atau tersinggung dengan tudingan sinting. “Perande gak marah, karena Perande tidak ikut sinting seperti dia. Karena banyak juga anak dan cucu Perande yang larang melakukan hal yang berbahaya dia marah. Karena kita tahu yang mana berbahaya dan tidak” papar Pedande Made Gunung.
Pada dasarnya menurut Pedande Made Gunung, tudingan yang ada tergantung niat masing-masing orang. Selain itu yang terpenting saat ini adalah bagaimana agar masyarakat Bali tidak dikutuk oleh leluhurnya. “Yang perande cari adalah bagaimana umat hindu dan masyarakat Bali pada umumnya tidak dikutuk oleh leluhurnya karena hancurnya Bali ini” tegas Pedande Made Gunung.
Sekali lagi Pedande Gunung menegaskan tidak terlalu mempermasalahkan tudingan tersebut. “Apapun tudinganya tidak masalah, karena begini kalau kita dituding orang sehat, oleh orang sadar kita akan menjadi sadar. Ini kan yang nuding tidak sejajar dengan kita” kata Pedande Made Gunung.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli