Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pelaku Bantah Cabuli, Ngaku Hanya Menolong
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaku Bantah Cabuli Ngaku Hanya MenolongKasus pencabulan anak baru gede (ABG) yang diduga dilakukan
oleh Ketut Sudiana (63) tinggal di Jalan Tukad Bilok Panjer Denpasar, berbuntut panjang. I Ketut Sudiana mengelak dikatakan mencabuli enam ABG di rumah di Jalan Tukad nomor 1 kamar nomor 12, Panjer Denpasar.
“Tidak benar itu saya mencabuli. Untuk apa saya mencabuli remaja, katanya, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/02) di Mapoltabes Denpasar.
Dalam keteranganya, I Ketut Sudiana yang telah berstatus tersangka sejak Rabu (11/02), mengatakan, dia memiliki banyak rumah kos-kosan.
Rumah kos yang berada di Jalan Tukad Undo, Panjer Denpasar, digunakan untuk kepentingan sendiri dan bukan khusus untuk kamar kos pencabulan.
“Rumah saya banyak dan saya pakai untuk hidup tenang, mereka datang sendiri ke rumah kos saya,” ucapnya.
Sementara itu, dari keterangan Pahumas Poltabes Denpasar, Kompol I Ketut Suwetra, tersangka I Ketut Sudiana, diduga telah mencabuli enam ABG yang usianya antara 11 hingga 17 tahun.
Para ABG berinisial FA (15), JAPA (16), TN (15), DK (16), JPPS (12) dan PBI (18).
“Tersangka melakukan pencabulan terhadap para korbannya, karena para korbannya rata-rata dari keluarga yang kurang mampu. Melihat adanya kekurangan dari para korban nya, tersangka berupaya merayu disertai iming-iming uang dan diajak makan-makan Bahkan, ada salah satu korbannya (berinisial FA), diberikan HP cuma-cuma, guna dipakai sebagai alat komunikasi,” jelas Pahumas.
Sesuai penuturan para korbanya, setelah dicabuli, para korban kerap diberi uang Rp 20 ribu hingga 50 ribu.
“Pencabulan ini sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2007. setiap kali dicabuli, diberi uang dan juga dibelikan HP jelasPahumas,” Kamis (12/02).
Sebagai ganjaran atas perbuatannya tersangka dikenakan Undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.
Belakangan tersiar kabar, bahwa I Ketut Sudiana adalah orang yang dekat dengan aparat kepolisian wilayah Sanur.
Kepiawaianya sebagai makelar kasus, sudah sangat dikenal. Apabila, ada warga yang tinggal di tempatnya terlibat atau menjadi korban tindak pidana, I Ketut Sudiana yang lebih dulu mendatangi Polsek Sanur guna minta kasusnya di 86 (damai).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan