Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Gerbang Bali Barat Disemprot Desinfektan
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
flu burungPengalaman buruk tahun 2007 ketika flu burung menyerang Jembrana hingga menewaskan warganya rupanya menjadi sesuatu yang sangat berharga. Untuk mengantisipasi wabah tersebut, Pemkab Jembrana menurunkan timnya untuk melakukan penyemprotan di pintu gerbang Bali Barat, Gilimanuk.
Gilimanuk dipilih lantaran merupakan puntu gerbang masuk Bali yang rawan penyelundupan unggas. Selain itu juga karena banyaknya warung-warung makan yang menyediakan suguhan betutu ayam kampung, dimana ayamnya sebagian besar didatangkan masih hidup dari luar sehingga sangat rawan terjangkit flu burung.
Pantauan di lokasi, Kamis (19/2), lokasi yang diseprot mengunakan desinfektan itu yakni pasar Gilimanuk, tempat pemotongan dan kandang penampungan ayam dan burung peliharaan warga.
"Penyemprotan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar virus flu burung yang sedang mewabah di desa Sumber Kelampok, Singaraja tidak masuk ke Gilimanuk karena Gilimanuk merupakan daerah yang langsung berbatasan dengan Sumber Kelampok,"ujar Lurah Gilimanuk, I Ketut Eko Susilo.
Kemungkinan masuknya virus flu burung tersebut sangat besar mengingat ayam-ayam yang dperjualbelikan di pasar sebagian besar didatangkan dari luar Gilimanuk termasuk dari Buleleng.
Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Perkutut Jembrana, I Wayan Suastika yang memimpin tim flu burung, Kamis (19/2), mengatakan penyemprotan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi serta untuk mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap wabah flu burung yang setiap saat bisa muncul.
"Jembrana termasuk Gilimanuk adalah wilayah pendemi flu burung, jadi wabah itu bisa muncul setiap saat," jelasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1008 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli