Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ratusan Warga Banjar Suluban Terjangkit Chikungunya

Suluban

Senin, 23 Februari 2009, 16:18 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

chikunguyaRatusan warga Banjar Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, terjangkit wabah Chikunguya. Akibat terserang penyakit ini, ratusan warga di banjar ini tidak bisa beraktivitas normal karena mengalami pusing-pusing, demam tinggi, dan persendian lutut kaku, sehingga susah berjalan.

Ratusan warga Banjar Suluban ini terjangkit penyakit ini sejak tiga minggu terakhir.

Salah seorang warga yang terserang penyakit ini adalah Nyoman Karmun, 46 tahun. Ia terjangkit penyakit ini sejak lima hari terakhir.

Pasca terserang penyakit, Karmun ini hanya bisa duduk dan terdiam di rumahnya. Setelah dinyatakan positif terjangkit Chikunguya, Nyoman telah mendapat pertolongan dokter dan diberi beberapa macam obat.

Nyoman yang terjangkit Chikunguya , awalnya merasa kepala pusing, demam tinggi secara mendadak, timbul bercak merah di sekujur kulit tubuhnya, dan lutut di persendian kakinya terasa kaku, sehingga sangat sulit digerakkan untuk berjalan.

“Dari 400 warga di wilayah saya, sebanyak 125 warga dinyatakan positif menderita penyakit yang sama,” kata Nyoman yang juga kepala dusun ini.

Penyakit Chikunguya di dusun ini, kata Nyoman, tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak dan orang tua. Semua warga yang terjangkit telah mendapat pengobatan dan kini masih menjalani rawat jalan di rumahnya masing-masing.

Penyakit Chikungunya yang berasal dari bahasa Swahili, merupakan penyakit yang ditularkan melalui virus gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang juga nyamuk penular penyakit demam berdarah dengue.

Masa inkubasi atau masa tunas penyakit ini antara 1 hingga12 hari. Penularan penyakit Chikungunya terjadi apabila penderita yang sakit digigit oleh nyamuk penular, kemudian nyamuk penular tersebut menggigit orang lain.


Biasanya tidak terjadi penularan dari orang ke orang ataupun menyebabkan kematian.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami