Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Guide Freelance Tewas Gantung Diri
BERITABALI.COM, DENPASAR.
bunuh diriSeorang guide freelance atau pemandu wisata paruh waktu tewas gantung diri di lapangan sepakbola Kompyang Sujana Denpasar. Korban meninggalkan surat wasiat yang diambil dari penggalan lirik lagu milik grup band New Eta.
“Persetan hari ini, kutak ingin bangun lagi, biarkanlah aku sendiri disini,”. Begitulah lirik lagu band New Eta yang ditulis sebagai surat wasiat Made Sumarna (25)
Bapak beranak satu yang tinggal di Jalan Gunung Athena nomor 10 Denpasar, ditemukan tewas gantung diri, pada Rabu (26/03) malam, di Lapangan sepakbola Kompyang Sujana Jalan Gunung Agung Denpasar. Diduga kuat, korban nekad mengakhiri ajal di seutas tali karena terhimpit urusan ekonomi.
Mayat pria malang yang bekerja sebagai guide freelance ini ditemukan sekitar pukul 21.00 Wita. Oleh sepasang kekasih yang sedang memadu kasih di tempat tersebutSaat asyik duduk, tanpa sengaja muda mudi itu melihat korban tergantung dan kemudian melaporkan kepada warga sekitar. Penemuan mayat tergantung dilaporkan muda mudi tersebut ke warga dan diteruskan ke Polsek Denpasar Barat.
“Benar, ada anak pacaran yang melihat mayat gantung diri dan melapor ke warga sini,” terang Nyoman Arsana, warga yang ditemui ditemui di lokasi kejadian, pada Rabu (25/3).
Aparat kepolisian Polsek Denbar yang menelusuri lokasi kejadian, menemukan 3 lembar kertas di saku celana korban. Lembaran kertas ditulis dengan tangan tersebut diduga ditulis korban sendiri sebagai surat wasiat.
Di surat wasiat tersebut, Made Sumarna menyebutkan secara detail nama, alamat, nomor telpon keluarga yang bisa dihubungi. Termasuk permintaan maaf-nya kepada istri dan putri sulungnya yang bernama, Putu Lavira Santika Dewi, berusia 2 tahun.
Di lembaran tersebut, tercatat bait perbait syair lagu dari band New Eta, yang mengisahkan tentang hidupnya dan ketidakpeduliannya pada hidupnya sendiri. Lirik lagu tersebut berbunyi : “Persetan hari ini, kutak ingin bangun lagi, biarkanlah aku sendiri disini.”
Aparat kepolisian berhasil mengungkap kematian korban dengan mengkronfrontir keluarga korban. Namun dari informasi pihak keluarga, korban sempat menghilang dari rumahnya selama 4 hari,
“Kuat dugaan dirinya nekat mengakhiri hidupnya lantaran terhimpit dengan masalah ekonomi,”jelas Kapolsek Denpasar Barat AKP IB Mantra, yang dikonfirmasi, pada Jumat (27/03).
Diterangkannya, korban selama hidupnya stres. Sebab, HP miliknya sudah digadaikan kepada pak Widi asal Canggu, demi untuk menyambung hidupnya. Tragisnya, untuk membeli satu liter bensin dirinya pun tidak sangup lagi.
Itu terjawab dari surat wasiat korban yang menerangkan, kalau dia terpaksa menggadaikan STNK motor, guna membeli 1 liter bensin. STNK itu digadaikan di sebelah barat lapangan Kompyang Sujana (dekat lokasi mayat ditemukan).
Sementara itu, di tempat terpisah, kakak korban yang bernama Kadek Susila, 28, juga menduga hal yang sama. Dia mengatakan kalau adiknya nekat mengakhiri hidupnya lantaran masalah ekonomi.
Pasca kejadian tersebut, korban langsung dibawa ke kamar jenasah RS Sanglah.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan