Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tabrak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
'Resep' Polres Jembrana untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas dengan menjaga ‘jalur setan’ Denpasar-Gilimanuk selama 24 jam tidak manjur. Hari ini, jalur tersebut kembali meminta tumbal nyawa.
Korban tewas terakhir bernama Putu Dian Pratama (18), ABG asal Desa Penyaringan, Mendoyo. Ia tewas di TKP setelah menabrak ‘pantat’ truk yang sedang berhenti di pinggir jalur Denpasar-Gilimanuk km 83-84 Dusun Tembles, Penyaringan, Mendoyo, Kamis (2/4). Truk tersebut kabur setelah mengetahui Putu Dian tewas.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (2/4), kecelakaan maut ini terjadi berawal saat Putu Dian yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio DK 2167 WY melaju dari arah timur pada saat situasi jalan sepi.
Putu Dian lengah dan tidak memperhatikan truk tidak dikenal yang sedang berhenti di pinggir jalan sebelah Selatan sehingga Putu Dian menyeruduk pantat truk tersebut dan tewas di TKP.Sementara truk yang hingga kini masih belum dikenali, kabur melarikan diri ketika mengetahui kalau Putu Dian tewas lantaran mengalami memar pada pelipis kiri sampai pipi, lecet pelipis kanan, pendarahan hidung kanan, memar pada dada kiri dan meninggal dunia di TKP.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Kamis (2/4) membenarkan kejadian tersebut. Menurut Nuryana, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2799 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun