Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Dari Teknisi Mesin Hingga Pembalap Nasional
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ada yang menarik dari penangkapan 10 gerombolan pencurian sepeda motor (curanmor) yang ditangkap satuan reskrim Poltabes Denpasar. Walau tergolong pemain baru, mereka merupakan orang – orang yang punya skill dibidang masing-masing. Ada pembalap nasional, teknisi mesin hingga makelar jual beli.
Begitu hebatnya peran dari mereka masing-masing, membuat aparat kepolisian sulit membekuknya. Selain pintar menghilangkan barang bukti, para tersangka punya jalur tersendiri, untuk menjual spare-part sepeda motor yang telah di preteli.
Pretelen sepeda motor cenderung dijual kepada anak muda yang kerap trek-trekkan di jalan raya. Posisi tawar menawar harga jual ini dipencundangi oleh tersangka Tamam.
Lelaki asal Jember ini, sebenarnya otak pelaku dalam aksi pencurian kendaraan sepeda motor yang merebak dikawasan Denpasar dan sekitarnya.
Tersangka Tamam juga yang merekrut tersangka lainnya, untuk mencuri sepeda motor. Mereka adalah tersangka Komang Edy Lianto, Ali Poniman alias Ali, dan San Cairul. Padahal sebelumnya, para tersangka adalah pekerja dupa.
“Para tersangka lainnya dulunya pekerja dupa, diajak oleh tersangka Tamam,” bisik sumber.
Tersangka Tamam yang memiliki dua istri, satu di jalan Sidakarya Denpasar dan di Bualu (hamil), bisa dibilang pintar dalam soal otak-atik mesin. Maklum saja, mantan theknisi mesin ini, dulunya bekerja di disebuah bengkel sepeda motor. Dan sudah barang tentu hapal body spare-part sepeda motor yang layak dijual.
Bila bekerja sendirian, tak bakal mungkin bisa. Untuk itulah, tersangka Tamam mengajak mantan pembalap nasional, Alfin Adi Candra, pelajar, pemilik bengkel di kawasan Mahendradata Denpasar.
Tersangka Tamam mengajak tersangka Alfin bergabung, agar bisa menjual spare-part sepeda motor. Alfin sendiri, punya pergaulan luas dengan anak muda berandalan yang gemar trek-trekkan di jalan raya.
“Waktu kita tangkap tersangka Tamam, kita koordinasikan istrinya agar jangan bicara. Kalau dia (istri Tamam) bicara, sudah tentu tersangka Alfin cs kabur. Karena rumah Taman bersebelahan dengan bengkel Alfin,”ujar sumber.
Pun demikian, dalam sebuah kesempatan tersangka Tamam, juga mengajak tersangka Misnadi untuk bekerja sama, mempreteli sepeda motor curian.
Tersangka Misnadi yang punya bengkel Fuji Motor di Jalan Uluwatu I/106 Jimbaran Nusa Dua, manut-manut saja. Karena dia juga diuntungkan dari bisnis jahat itu.
Betapa tidak, bengkel miliknya hanya berkapasitas menampung sepeda motor curian dan membongkar spare-part motor. Hasil pretelen sepeda motor dijual di bengkelnya sendiri.
“Selain dijual dibengkel tersangka Misnadi, bongkaran sepeda motor juga dijual ditempatnya Alfin,”sebut sumber yang tak mau dionlinekan namanya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan