Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Telepon Diganti, Warga Mengeluh
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ternyata penggantian sesuatu tidak selamanya membuat menjadi lebih baik. Hal ini terjadi pada penggantian telepon terhadap sejumlah telepon rumah milik pelanggan di wilayah luar Kota Negara. Warga yang diganti teleponnya dari telepon kabel ke telepon nirkabel mengeluh lantaran telepon yang baru tersebut suaranya tidak sejernih telepon rumah sebelumnya (sinyal putus-putus).
Dari informasi yang dikumpulkan, penggantian telepon ini dilakukan di sejumlah pelanggan di luar Kota Negara, seperti Melaya, Tuwed, Candikusuma, Ekasari di Kecamatan Melaya dan Pekutatan, Pangyangan, Gumbrih hingga Yehembang di Kecamatan Mendoyo. Sebagai penggantinya, ratusan pelanggan ini diberikan telepon rumah nirkabel secara cuma-cuma.
Tentunya hal tersebut memancing keheranan pelanggan lantaran diinformasikan kalau ijin telepon rumah itu tidak ada, padahal mereka sudah menggunakan telepon tersebut sudahpuluhan tahun dan pembayarannya tidak pernah terlambat.
“Kalau dulu suaranya jernih, sekarang nggak bisa nyahut. Kualitasnya jauh dari telepon rumah sebelumnya,” ujar salah satu pelanggan. Selain putus-putus, pelanggan yang memiliki mesin faximile dan pengguna internet tidak terlayani lagi.
Sementara saat dikonfirmasi Selasa (21/4), pihak Telkom Negara yang diwakili oleh Supervisor Gilimanuk, Nyoman Purna membenarkan pemutusan ini. Menurut Purna telepon rumah yang sebelum diganti ini menggunakan sistem rural yang
mempergunakan antena dengan ketinggian 32 meter.
“Penggantian tersebut lantaran alat-alat sistem rural ini sudah tua sehingga suku cadangnya sulit didapat. Selain itu, ijin operasi telepon rumah yang berkabel tidak ada,”terangnya.
Alasan lainnya, imbuh Purna, sejak awal April ini ada peraturan baru yang mengharuskan Telkom pindah frekuensi lantaran frekuensi 2,4 MHz sudah dibuka untuk umum. “Untuk layanan faximile dan internet atau wartel kami mengharapkan masyarakat maklum lantaran telepon yang baru itu berbasisvoice bukan data. Kita masih menunggu tanggapan dari atas (Denpasar,red),” katanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 472 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 380 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 372 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik