Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Salah Menjumlahkan, KPU Denpasar Tunda Pleno
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menunda pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara calon legislative. Rapat pleno rekapitulasi yang rencananya di gelar pada hari ini (22/4) pukul 13.00 Wita ditunda hingga pukul 20.00 Wita. Penundaan rapat pleno juga mendapat persetujuan dari para saksi-saksi partai politik.
Penundaan terjadi karena kesalahan penjumlahan rekapitulasi data perolehan suara, sehingga menyebabkan jumlah perolehan suara partai politik tidak seimbang dengan jumlah pemilih. Ketua KPU Kota Denpasar Ray Misno menyatakan kesalahan yang terjadi murni kesalahan akibat penjumlahan bukan karena akibat kecurangan ataupun penggelembunngan suara.
“Inikan menggunakan program excel, ada sum yang tidak terjumlah, kemudian ada yang terjumlah, sehingga terlihat seolah-olah menggelembunng jadinya. Bukan terjadi pada satu dua partai, tetapi terjadi kesalahan summary secara umum”ujar Ray Misno.
Ketua KPU Kota Denpasar Ray Misno menambahkan kesalahan yang paling parah dalam menjumlahkan rekapitulasi suara terjadi di PPK Denpasar Barat. Ray Misno memastikan rapat pleno rekapitulasi suara di Kota Denpasar selesai pada hari ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2973 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun