Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Guru Fisika Gauli Siswi Hingga Hamil
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sungguh bejat kelakuan seorang guru fisika I Nym TNS Spd yang bertugas di Sebuah SMP Neeri di Mengwi, Badung. Ia tega menggauli anak didinya sebut saja Ni K SD (16) saat kemah di areal Parkir Objek Wisata Tanah Lot, Juni 2008 silam.
Akibat perbuatan bejat “sang guru” yang mesti digugu dan ditiru itu, Ni K SD asal Banjar Sayan Baleran, Desa Werdi Buana, Kecamatan Mengwi, Badung kini berbadan dua dengan umur kandungan tujuh bulan. Karena kesal keluarga korban akhirnya melaporkan “sang guru” ke Polres Tabanan.
Informasi yang dihimpun Selasa (28/4) menyebutkan, perbuatan sang guru akhirnya terkuak ketika paman korban Made Kamardika (40) mengetahui keponakannya tengah hamil dari teman korban.
Kaget mengetahui keponakannya tengah berbadan dua, Kamardika kemudian menanyakan langsung ke korban dan orang tua korban.Ternyata benar keponakannya tengah hamil tujuh bulan. Setelah ditanya siapa bapak dari anak yang dikandung oleh keponakannya itu, korban kemudian mengaku kalau korban telah dipaksa melayani nafsu bejat “sang guru” TNS sebanyak dua kali.
Menurut keterangan korban kepada polisi, korban pertama disetubuhi “sang guru” saat kemah murid kelas III di areal Parkir Objek Wisata Tanah Lot tanggal 17 Juni 2008 silam.
Kala itu sekitar pukul 21.00 Wita korban diberikan air putih oleh sang guru di dalam tenda. Tak lama kemudian korban ngantuk dan tidak sadarkan diri lalu tertidur di tenda.
Korban terkejut saat bangun keesokan harinya melihat bercak darah di celana dalamnya. Korban juga mengalami rasa perih di alat vitalnya.
Tidak hanya sekali, aksi kedua kali “sang guru’ terjadi saat korban ingin menandatangani ijasah STTB nya tanggal 27 September 2008 silam.
Saat itu “sang guru” kembali merayu korban diajak ke Luwus dengan alasan melihat atlet. Korban hanya pasrah dan mau ikut karena jika menolak ijasahnya tidak bisa ditandatangani.
Namun kenyataannya ternyata berbeda. korban diajakke sebuah penginapan lalu “digarap” untuk kedua kalinya.
“Hingga kini kami masih memintai keterangan korban, dan saksi-saksi,”jelas Kasatreskrim AKP Leo Martin Pasaribu seijin Kapolres Tabanan.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2718 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun