Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Penumpang dari Honghong Harus Cek Kesehatan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Departemen Perhubungan memberlakukan cek kesehatan khusus bagi penumpang penerbangan langsung dari Honghong ke Bali. Kebijakan ini diberlakukan menyusul pengumuman badan kesehatan Dunia yang menyebutkan Hongkong sebagai daerah penularan flu babi.
Pemberlakuan cek kesehatan diberlakukan mulai hari ini di Bandara Ngurah Rai terhadap penumpang Cathay Pasifik dari Hongkong. Dirjen perhubungan Udara Departemen Perhubungan Herry Bhakti Singayuda pada keteranganya di Tuban (2/5) menyatakan selain penumpang yang di cek kesehatan, pesawat yang mengangkut penumpang dari Hongkong ke Bali juga ditempatkan dalam lokasi isolasi.
“Pesawatnya juga kita tempatkan agak jauh, kemudian ada petugas kesehatan yang akan memeriksa seluruh penumpang. Selain diperiksa kesehatan mereka juga di deteksi dengan termal scanner dan body clenear” kata Herry Bhakti Singayuda.
Berdasarkan data Bandara Ngurah rai Bali saat ini terdapat 3 penerbangan yang melayani jalur penerbangan langsunng Hongkong-Bali seperti cathay pasifik, Garuda Indonesia dan Hongkong Airlines. Sedangkan frekuensi penerbangan langsung Bali Hongkong rata-rata mencapai 14 penerbangan dalam satu minggu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun