Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Diseruduk Truk, Arifin Tumbal Jalur Setan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Apes dialami oleh Arifin (27) dan adiknya Arini (24), keduanyawarga Padang Bulan, Tegalrejo, Banyuwangi. Niat ingin pulang kampung nengok keluarga, keduanya malah mengalami kecelakaan di jalur setan Denpasar-Gilimanuk km 70 tepatnya di Dusun Dauh Pangkung, Pekutatan. Lantaran kecelakaan tersebut, Arifin meregang nyawa di TKP dan menjadi tumbal jalur setan berikutnya.
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (20/5), kecelakaan maut ini berawal dari truk N 7261 UU yang dikemudikan Sumardi (44) asal Dusun Idoksari, Tosari RT 12 RW 03, Pasuruan, Jatim melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di TKP dengan medan menurun tikungan landai ke kiri, truk tersebut hendak mendahului truk tidak dikenal yang parkir di sisi kiri (utara) jalan sehingga mengambil haluan agak ke tengah (kanan) disertai dengan penambahan kecepatan.
Pada saat yang bersamaan meluncur dari arah timur kakak beradik dengan sepeda motor Honda Supra Fit P 5080 YZ yang dikemudikan oleh Arifin yang membonceng Arini, sehingga tabrakan hebatpun terjadi yang menyebabkan Arifin meninggal dunia di TKP lantaran mengalami cedera kepala berat, pendarahan dari telinga dan luka robek pada kaki kanan.Sedangkan Arini, selamat dengan menderita patah tertutup pada paha dan luka robek pada alis kanan.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Nyoman Nuryana, didampingi Kanit Laka Iptu I Made Suwandra seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Rabu (20/5) mengatakan kecelakaan lalulintas yang merenggut
nyawa arifin ini sudah ditangani. “Jenazah Arifin sementara dititip kamar jenazah RSU Negara menunggu diambil pihak keluarganya. Sedangkan Arini dalam perawatan di RSU Negara,” imbuhnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun