Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Ikut Minum Arak Demi Solidaritas Persahabatan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebagian korban keracunan arak methanol mengaku bukan peminum atau pemabuk sejati. Mereka mengaku ikut minum arak oplosan demi solidaritas sebuah persahabatan.
Made Guiana (31) tergolek lemah di ruang Ratna RSUP Sanglah Denpasar. Ia tampak ditemani ayah kandungnya dan beberapa anggota keluarga.
Kepada wartawan, Guiana mengaku tidak terlalu sering mengkonsumsi minuman keras jenis arak. Ia mengaku baru minum minuman keras tradisional Bali ini jika sedang berkmpul bersama teman-temannya.
Saat keracunan arak oplosan methanol, Made mengaku minum bersama teman-temannya, dalam sebuah acara pernikahan teman baiknya di Gianyar.“Gimana ya pak, kalo nggak diminum, nggak enak rasanya ama teman-teman,” kata Made Guiana dengan lirih.
Pengakuan serupa juga disampaikan korban keracunan arak lainnya Wayan Tina (20) asal banjar Semana, Gianyar. Wayan juga masih tergolek lemas di kamar 205 ruang Angsoka Rumah Sakit Sanglah Denpasar.
Sebelumnya, Wayan bersama rekan-rekanya juga ikut pesta minuman keras oplosan berjenis arak yang di campur methanol, yang disuguhkan rekannya dalam pesta pernikahan di Gianyar.
“Arak yang diminum itu sebagai ‘welcome drink’ pada acara pernikahan itu. Jadi kalau nggak diminum, nggak enak sama teman-teman lain,” kata Wayan.
Baik Made Guiana maupun Wayan Tina mengaku baru merasakan dampak ‘arak maut’ ini dua hari setelah meminumnya. Gejala yang dirasakan sama yakni kepala pusing, mual, dan penglihatan yang kabur.
Hingga kini aparat kepolisian Polda Bali masih menyelidiki kasus ini. Kasus keracunan ini terbilang langka. Selama ini Arak Bali bebas dibeli dan dikonsumsi warga dan jarang sampai merenggut korban jiwa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 598 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 474 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan