Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Arak Maut Jadi 17 Orang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Korban tewas akibat keracunan arak yang dioplos methanol terus bertambah. Hari ini (28/5), korban tewas bertambah 4 orang sehingga total korban tewas menjadi 17 orang.
Dari pantauan beritabali.com di kamar jenazah RSUP Sanglah hari ini, tampak empat jenazah yang baru tiba. Oleh pihak pengantar, ketiga jenazah ini dinyatakan meninggal usai menenggak arak.
Empat jenazah yang meninggal usai minum arak ini antara lain Gusti Putu Natih, Arfan Nandi, Prasetiawan. Sementara satu korban lagi belum diketahui identitasnya.
Keempat korban arak maut ini berasal dari tempat yang berbeda dan tidak saling kenal satu sama lainnya. Sebelum meninggal, keluhannyanya sama yakni pusing, mual, dan penglihatan menjadi kabur.
“Sebelum meninggal, suami saya memang sempat minum arak sama teman-temannya. Minumnya arak campur coca cola,” jelas Yani, istri salah satu korban Arfan Nandi.
Sementara kerabat korban lainnya Gusti Putu Natih menyatakan, sebelum meninggal, korban memang sempat minum arak.“Sebelum meninggal dia sempat minum arak, ya mungkin buat ngibur (bersenang-senang),” kata Made Sujana, kerabat Gusti Natih.
Kasi Pelayanan Medik RSUP Sanglah, dr. Ken Wirasandi mengatakan, sejak dua hari terakhir, penderita keracunan arak methanol yang dirujuk ke RSUP Sanglah sudah mencapai 26 orang. Mereka berasal dari beberapa Kabupaten di Bali.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun