Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Diminta Tertibkan Seluruh Pedagang Arak

Jumat, 29 Mei 2009, 21:26 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Korban tewas akibat keracunan arak methanol hingga kini sudah mencapai 17 orang. Untuk mengurangi jumlah korban jiwa akibat arak, Polda Bali diminta tegas menertibkan seluruh pedagang arak yang ada.

Hal ini disampaikan seorang produsen arak asli Bali berijin Depertemen Kesehatan di Denpasar, yang enggan namanya di-online-kan.Menurut pengusaha arak Bali asli ini, banyaknya korban tewas akibat arak belakangan ini, disebabkan oleh banyaknya arak ‘produk liar’ yang beredar di tengah masyarakat.

“Karena tidak ada pengawasan yang ketat dari aparat, perdagangan arak jadi tidak terkendali. Banyak arak tidak jelas dengan campuran yang berbahaya bagi manusia beredar di Bali. Ini harus menjadi perhatian serius aparat, agar korban jiwa akibat arak methanol tidak semakin bertambah,” jelasnya.

Banyaknya arak yang tidak berijin Depkes, juga berpengaruh pada industri arak resmi di yang sudah mengantongi ijin.“Banyak produsen arak liar yang tak berijin menggunakan botol bekas arak yang berijin depkes.

Jika arak buatan mereka yang tidak jelas isinya kemudian menimbulkan korban jiwa, maka praktis produsen arak asli Bali berijin atau pembuat arak tradisional yang masih asli yang akan kena getahnya. Oleh karena itu, polisi harus segera menertibkan semua pedagang arak, baik yang ada ijin depkes maupun tidak ada ijinnya,” imbuhnya.

Sementara seorang warga Denpasar yang juga penikmat arak asli Bali, Putu Indrawan, menyatakan, sudah saatnya dibuat aturan yang jelas terkait perdagangan arak di Bali.

“Harus ada ketegasan aturan, siapa saja yang boleh ‘bermain’ (menjual dan mendistribusikan) arak di Bali. Jadi kalo ada persoalan seperti sekarang ini, ya tinggal minta pertanggungjawaban para ‘pemain’ arak tadi,” kata Indrawan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami