Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Delapan Jam, Dua Tewas di Jalan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jumlah korban tewas karena kecelakaan di jalan Denpasar-Gilimanuk kembali bertambah. Hanya berselang 8 jam, 2 orang tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada tempat yang berbeda di jalur setan tersebut.
Kecelakaan pertama yang menewaskan Gede Agus Widiadnyana (17) terjadi di km 96-97 atau tepatnya di Jalan Udayana, Kelurahan Banjar Tengah, Negara terjadi pada Minggu (31/5) tengah malam.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Agus yang membonceng Gede Yadnya Haris Setiawan (17), pelajar asal Desa Pergung, Mendoyo melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba, sepeda motor Honda Supra Fit DK 2725 HO yang dikemudikan pemuda asal Desa Melaya ini oleng lalu menabrak pohon perindangan jalan yang tumbuh di pinggir jalan tersebut.
Akibat kejadian tersebut Agus tewas di TKP setelah mengalami patah tulang tangan kiri, pendarahan di kedua telinga, kepala kiri remuk, luka lecet dari leher sampai mata kiri dan lebam mata kiri. Sedangkan Haris mengalami lecet siku tangan kiri, tangan kanan dan pinggang kiri.
Selang 8 jam kemudian, tepatnya Senin (1/6) pukul 07.00 kecelakaan maut di jalur Denpasar-Gilimanuk kembali terjadi. Ida Bagus Widiantara (21), warga Batuagung Jembrana tewas seusai mengalami kecelakaan di km 75-76, tepatnya di Dusun Yeh Sumbul, Mendoyo.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal saat Yamaha Mio DK 6571 AK yang dikemudikan Mas Suprianto (26) meluncur dari arah timur mendahului kendaraan di depannya. Sayangnya, warga Yeh Sumbul, Mendoyo ini mengambil haluan terlalu ke kanan dan tidak memperhatikan stuasi jalan dari arah yang berlawanan.
Pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan meluncur Widiantara yang mengendarai Suzuki Shogun DK 6488 WJ sehingga kecelakaan mautpun tidak bisa dielakkan. Upaya paramedis di RSUD Negara tidak mampu menolong Widiadnyana setelah tidak sadarkan diri dan mengalami tanda patah tangan kanan dan kiri. Widiadnyana menghembuskan nafas terakhir di RSUD Negara.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1160 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun