Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Delapan Jam, Dua Tewas di Jalan

Senin, 1 Juni 2009, 16:06 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Jumlah korban tewas karena kecelakaan di jalan Denpasar-Gilimanuk kembali bertambah. Hanya berselang 8 jam, 2 orang tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada tempat yang berbeda di jalur setan tersebut.

Kecelakaan pertama yang menewaskan Gede Agus Widiadnyana (17) terjadi di km 96-97 atau tepatnya di Jalan Udayana, Kelurahan Banjar Tengah, Negara terjadi pada Minggu (31/5) tengah malam.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Agus yang membonceng Gede Yadnya Haris Setiawan (17), pelajar asal Desa Pergung, Mendoyo melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba, sepeda motor Honda Supra Fit DK 2725 HO yang dikemudikan pemuda asal Desa Melaya ini oleng lalu menabrak pohon perindangan jalan yang tumbuh di pinggir jalan tersebut.

Akibat kejadian tersebut Agus tewas di TKP setelah mengalami patah tulang tangan kiri, pendarahan di kedua telinga, kepala kiri remuk, luka lecet dari leher sampai mata kiri dan lebam mata kiri. Sedangkan Haris mengalami lecet siku tangan kiri, tangan kanan dan pinggang kiri.

Selang 8 jam kemudian, tepatnya Senin (1/6) pukul 07.00 kecelakaan maut di jalur Denpasar-Gilimanuk kembali terjadi. Ida Bagus Widiantara (21), warga Batuagung Jembrana tewas seusai mengalami kecelakaan di km 75-76, tepatnya di Dusun Yeh Sumbul, Mendoyo.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal saat Yamaha Mio DK 6571 AK yang dikemudikan Mas Suprianto (26) meluncur dari arah timur mendahului kendaraan di depannya. Sayangnya, warga Yeh Sumbul, Mendoyo ini mengambil haluan terlalu ke kanan dan tidak memperhatikan stuasi jalan dari arah yang berlawanan.

Pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan meluncur Widiantara yang mengendarai Suzuki Shogun DK 6488 WJ sehingga kecelakaan mautpun tidak bisa dielakkan. Upaya paramedis di RSUD Negara tidak mampu menolong Widiadnyana setelah tidak sadarkan diri dan mengalami tanda patah tangan kanan dan kiri. Widiadnyana menghembuskan nafas terakhir di RSUD Negara.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami