Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Turis Aussie Cuek Kasus Flu Babi

Kamis, 25 Juni 2009, 14:03 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Meski dua turis asing yang datang ke Bali sudah positif terjangkit flu babi, namun hal ini belum berpengaruh pada tingkat kunjungan turis asing khususnya dari Australia ke Bali. Pantai Kuta misalnya, masih dipenuhi turis asing yang berjemur atau surfing. Pasca masuknya kasus flu babi di Bali yang dibawa 2 turis asing asal Australia, kondisi Pantai Kuta siang ini masih normal. Pantai berpasir putih ini tampak masih dipenuhi oleh turis asing dari berbagai negara.



Seolah tak begitu peduli dengan kasus flu babi di Bali, para turis asing ini tetap melakukan aktivitas seperti biasa, berjemur di pantai, berjalan-jalan hingga bermain surfing atau selancar. Turis Australia yang datang ke pantai ini mengaku tidak khawatir dengan kasus flu babi di Bali. Menurut mereka, kasus ini bisa terjadi dimana saja termasuk di negara asal mereka.

 



“Virus swine (flu babi) bisa terjadi dimana saja, termasuk di negara saya. Tapi untuk bali saya rasa masih aman, belum ada yang saya lihat sakit (flu babi),” kata Peter, turis Australia.



“Meski ada pemberitaan di media massa, tapi hingga kini belum ada reaksi berlebihan dari turis asing,” kata Wakil Kepala Kantor Satgas Pengelola Pantai Kuta, Wayan Sirna.



Berdasarkan data Dinas Pariwisata Propinsi Bali, jumlah turis mancanegara yang datang ke Bali setiap harinya mencapai 5000 hingga 6000 orang. Sementara ujumlah turis asal Australia yang datang ke Bali per harinya antara 1500 hingga 2000 orang. 





 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami