Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Ratusan Massa Demo KPUD Bali
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan massa hari ini menggelar aksi demo di gedung KPUD Bali. Mereka memprotes ucapan anggota tim sukses SBY-Budiono, Andi Mallarangeng yang dinilai bernuansa SARA.
Aksi demo ratusan massa ini digelar di gedung KPUD Bali, kawasan Renon Denpasar, Senin (6/7). Ratusan massa ini berasal dari berbagai komponen masyarakat yang tergabung dalam Forum Bhineka Tunggal Ika.
Di gedung KPUD Bali, para pendemo berorasi secara bergantian. Dalam orasinya mereka mengecam ucapan anggota tim sukses SBY-Budiono, Andi Mallarangeng, yang menyatakan belum saatnya orang Bugis jadi pemimpin.
Menurut pendemo, ucapan Andi Mallarangeng ini dinilai bernuansa SARA (suku, agama, ras, antar golongan) dan bertentangan dengan UUD 1945.
“Pernyataan Andi Mallarangeng yang menyebut belum saatnya orang Bugis jadi pemimpin bertentangan dengan undang-undang pilpres dan harus ditindaklanjuti oleh KPU dan Bawaslu,” teriak seorang pendemo dalam orasinya.
Para pendemo menuntut agar Andi Mallarangeng meminta maaf kepada seluruh warga negara Indonesia khususnya warga Sulawesi Selatan di seluruh Indonesia. KPU dan Bawaslu juga diminta untuk menindaklanjuti pernyataan ini sebagai bentuk pelanggaran kampanye pilpres. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun