Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Ingin Cepat, Malah Antri
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Niat PT. ASDP Ketapang untuk mempercepat proses pembelian tiket penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dengan mengujicobakan penggunaan tiket elektrik justru malah menambah lama proses tersebut. Pasalnya, petugas yang melayani penjualan tiket tersebut belum terbiasa mengoperasikan komputer.
Pantuan di Pelabuhan Gilimanuk, petugas loket tampak kagok dengan pemberlakukan kebijakan mengganti tiket dalam bentuk karcis (kertas) dengan elektrik sebab semua dilakukan dengan komputer. Kagoknya para petugas dalam melayani penumpang membuat waktu pelayanan bertambah lama jika dibanding dengan mengunakan tiket karcis.
Kontan, lambatnya pelayanan tiket elektrik ini sangat mempengaruhi kelancaran kendaraan yang masuk pelabuhan sehingga antrian di depan loket tiket tidak terhindarkan. Sejumlah pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali tersebut mengeluhkan lambatnya pelayanan pembelian tiket tersebut.
”Pelayanan tiket elektrik ini lebih lama dibanding tiket biasa, selain menunggu tiket dari petugas loket lebih lama, kita juga harus menunggu portal dibuka untuk masuk pelabuhan,” ujar Iswanto.
Penumpang lainnya juga mengkhawatirkan lambatnya pelayanan di loket tiket ini akan berimbas pada panjangnya antrian kendaraan, utamanya saat musim mudik tiba. “Hari biasa saja sudah ngantre, kalau pelayanan tidak dipercepat, nanti saat arus mudik antrean bisa sampai hutan Sumbersari,” ujarnya.
Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban, ketika dikonfirmasi, Senin (13/7) mengaku kalau uji coba pengunaan tiket elektrik itu mengakibatkan pelayanan masih tersendat.
“Ini karena petugas loket yang belum terbiasa mengoperasikan komputer dan belum menguasai sistem sehinga belum bisa cepat. Sebelumnya mereka kan hanya mengunakan pulpen,” terangnya.
Namun, Ospar menegaskan uji coba tiket elektrik ini, memang untuk mencari kelemahan dari sistem yang ada agar segera bisa disempurnakan. “Sekaligus juga sebagai pembelajaran petugas tiket menggunakan komputer dan mengoprasikan programnya.
Nantinya, tambah Ospar, saat dilounching petugas loket sudah mahir mengoperasikan komputer dan bisa menguasai programnya untuk mempercepat pelayanan. Menurut Ospar, tiket elektrik ini mirip dengan tiket di jalan tol namun pihaknya masih tetap menyediakan tiket karcis untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu sistem komputer tiket elektrik itu error.
“Selain untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali, penggunaan tiket elektrik ini juga bertujuan untuk memperkecil penyalahgunaan tiket oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 732 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 470 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik