Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
6 Perupa 'Master' Pameran di Sanur
Sanur
Selasa, 21 Juli 2009,
17:27 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Enam perupa master di Bali menggelar pameran bersama yang bertajuk 'Six Masters from Bali' di Maha Art Gallery Sanur, Bali. Keenam perupa tersebut adalah, Made Budhiana, 50, Made Wianta,60, Sutjipto Adi,52, Chusin Setiadikara,60, Mangu Putra, 46, dan AS Kurnia,49.
Acara pameran yang akan dibuka Rabu (22/7) besok pukul 18.00 wita ini berlangsung selama sebulan penuh hingga 22 Agustus. Jumlah semua lukisan yang dipamerkan sebanyak sepuluh karya.
Yang menarik dari pameran ini adalah tema maupun corak karya-karya lukisan ini adalah terbebas dari kungkungan tradisi budaya Bali, meski latar belakang sebagian dari mereka adalah asli Bali.
Seperti diketahui perupa AS Kurnia, Chusin maupun Sutjipto Adi tumbuh dari perkotaan di Jawa yang kosmopolit, sedangkan Wianta, Budhiana, maupun Mangu Putra meski asli dan berdiam di Bali namun sejak awal kreativitasnya tercatat telah merangkul dunia global.
Menurut kritikus seni rupa, Jean Couteau, bahwa apapaun perbedaan latar belakangnya, keenam perupa itu dinilai telah melampaui sekat dan batasan etnis, religius, maupun kultural yang memungkinkan ekspresi seni mereka menjangkau dunia
global walaupun masih mengandung elemen lokal di dalamnya.
"Keenam perupa itu tampak ingin meluapkan pesan seni yang bersemangat individual,"ujar Jean Couteau yang sudah lama menetap di Bali ini. Couteau mnyebut Budhiana dan Wianta dinilai cenderung mengungkapkan ekspresi rupa yang murni, sementara empat perupa lainnya lebih mengedepankan unsur pesan sosial atau psikologis.
"Boleh dikata, enam perupa ini adalah perupa garis terdepan di Bali dan juga di Indonesia. Mereka menjadikan seni lukis masih dijadikan medium dasar ekspresinya," tandas Couteau. (sss)
Acara pameran yang akan dibuka Rabu (22/7) besok pukul 18.00 wita ini berlangsung selama sebulan penuh hingga 22 Agustus. Jumlah semua lukisan yang dipamerkan sebanyak sepuluh karya.
Yang menarik dari pameran ini adalah tema maupun corak karya-karya lukisan ini adalah terbebas dari kungkungan tradisi budaya Bali, meski latar belakang sebagian dari mereka adalah asli Bali.
Seperti diketahui perupa AS Kurnia, Chusin maupun Sutjipto Adi tumbuh dari perkotaan di Jawa yang kosmopolit, sedangkan Wianta, Budhiana, maupun Mangu Putra meski asli dan berdiam di Bali namun sejak awal kreativitasnya tercatat telah merangkul dunia global.
Menurut kritikus seni rupa, Jean Couteau, bahwa apapaun perbedaan latar belakangnya, keenam perupa itu dinilai telah melampaui sekat dan batasan etnis, religius, maupun kultural yang memungkinkan ekspresi seni mereka menjangkau dunia
global walaupun masih mengandung elemen lokal di dalamnya.
"Keenam perupa itu tampak ingin meluapkan pesan seni yang bersemangat individual,"ujar Jean Couteau yang sudah lama menetap di Bali ini. Couteau mnyebut Budhiana dan Wianta dinilai cenderung mengungkapkan ekspresi rupa yang murni, sementara empat perupa lainnya lebih mengedepankan unsur pesan sosial atau psikologis.
"Boleh dikata, enam perupa ini adalah perupa garis terdepan di Bali dan juga di Indonesia. Mereka menjadikan seni lukis masih dijadikan medium dasar ekspresinya," tandas Couteau. (sss)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026