Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Investor Italia Ditolak Bupati
Gilimanuk
Minggu, 26 Juli 2009,
19:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang investor Italia terpaksa harus menelan ludah lantaran keinginannya menanamkan modal di Teluk Gilimanuk ditolak mentah-mentah Bupati Jembrana, I Gede Winasa. Pasalnya, investor tersebut ingin membangun villa terapung di tengah Teluk Gilimanuk.
Winasa melalui Sekkab Jembrana, I Gede Suinaya membenarkan adanya tawaran dari investor asal Italia yang ingin mengembangkan pariwisata di Teluk Gilimanuk.
Menurut Suinaya, keinginan investor tersebut terpaksa ditolak lantaran ingin membangun villa terapung karena dapat mengancam keanekaragaman hayati yang selama ini menjadi daya tarik utama di Teluk Gilimanuk.
"Sepanjang tidak melanggar lingkungan, silahkan boleh menanamkan modalnya disana. Namun ternyata pihak investor meminta membangun villa apung di tengah teluk. Tetapi apabila ada pelanggaran Pemkab akan menolak,"tegasnya.
Imbuh Suinaya, sejatinya Pemkab menginginkan agar investor tersebut mengembangkan bekas Hotel Nusantara yang sebelumnya menjadi sengketa. Namun saat ini telah sepenuhnya menjadi hak Pemkab Jembrana.
"Pak Bupati tidak mengijinkan pembangunan villa terapung itu. Kalau mengembangkan bekas hotel itu oke, baru dikembangkan ke tempat lain. Kalau di tengah teluk kan mengganggu aktivitas wisatawan," terangnya.
Penolakan tersebut didukung oleh salah satu anggota DPRD, Putu Budi Wihantara. Saat dihubungi Minggu (26/9), Budi mengatakan pada prinsipnya sah-sah saja investor menanamkan modal di Gilimanuk. Namun, kata Budi, pembangunan villa apung di tengah teluk, terlebih dahulu haruslah disesuaikan dengan aturan main di pemerintahan.
"Perlu sejumlah kajian. Jangan profit oriented saja tapi perlu juga berorientasi pada adat, budaya, estetika dan lainnya," tandasnya. (dey)
Winasa melalui Sekkab Jembrana, I Gede Suinaya membenarkan adanya tawaran dari investor asal Italia yang ingin mengembangkan pariwisata di Teluk Gilimanuk.
Menurut Suinaya, keinginan investor tersebut terpaksa ditolak lantaran ingin membangun villa terapung karena dapat mengancam keanekaragaman hayati yang selama ini menjadi daya tarik utama di Teluk Gilimanuk.
"Sepanjang tidak melanggar lingkungan, silahkan boleh menanamkan modalnya disana. Namun ternyata pihak investor meminta membangun villa apung di tengah teluk. Tetapi apabila ada pelanggaran Pemkab akan menolak,"tegasnya.
Imbuh Suinaya, sejatinya Pemkab menginginkan agar investor tersebut mengembangkan bekas Hotel Nusantara yang sebelumnya menjadi sengketa. Namun saat ini telah sepenuhnya menjadi hak Pemkab Jembrana.
"Pak Bupati tidak mengijinkan pembangunan villa terapung itu. Kalau mengembangkan bekas hotel itu oke, baru dikembangkan ke tempat lain. Kalau di tengah teluk kan mengganggu aktivitas wisatawan," terangnya.
Penolakan tersebut didukung oleh salah satu anggota DPRD, Putu Budi Wihantara. Saat dihubungi Minggu (26/9), Budi mengatakan pada prinsipnya sah-sah saja investor menanamkan modal di Gilimanuk. Namun, kata Budi, pembangunan villa apung di tengah teluk, terlebih dahulu haruslah disesuaikan dengan aturan main di pemerintahan.
"Perlu sejumlah kajian. Jangan profit oriented saja tapi perlu juga berorientasi pada adat, budaya, estetika dan lainnya," tandasnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1974 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1792 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1736 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026