Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tiga Hari ke Depan Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Meski sebagian besar wilayah Bali telah memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang masih mendukung terbentuknya awan hujan.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, I Gede Agus Mahendra, mengatakan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Bali dipicu oleh aktifnya gelombang Rossby yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.
Selain itu, massa udara basah masih terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 850 hPa di wilayah Bali. Suhu permukaan laut di sekitar perairan Bali yang cukup hangat juga meningkatkan pasokan uap air di atmosfer sehingga memperbesar peluang terbentuknya hujan. Meskipun demikian, secara klimatologis Bali masih berada pada musim kemarau.
"Kondisi ini masih tergolong normal, sebagian besar wilayah Bali berada pada musim kemarau," jelasnya, Senin (27/7/2026) di Badung.
BMKG memprakirakan potensi hujan masih akan terjadi dalam tiga hari ke depan, terutama di wilayah Bali bagian timur, tengah, dan selatan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Baca juga:
Awal Mei, Hujan Lokal Masih Guyur Bali
"Tiga hari kedepan wilayah Bali masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan - sedang di wilayah bali bagian timur, tengah dan selatan," ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun musim kemarau telah berlangsung, hujan tetap dapat terjadi secara lokal apabila terdapat faktor-faktor cuaca yang mendukung.
"Saat ini wilayah Bali masih berada pada musim kemarau potensi hujan masih dapat terjadi secara lokal dan tidak merata di wilayah Bali ketika ada faktor cuaca pendukungnya," katanya.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama musim kemarau. Warga disarankan menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi diri dari paparan sinar ultraviolet dan suhu yang terik.
Selain itu, masyarakat umum, nelayan, serta pelaku wisata bahari diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut setinggi dua meter atau lebih di Perairan Utara Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, dan Perairan Selatan Bali.
Di sektor pertanian, masyarakat diimbau mulai menyiapkan penampungan air sebagai antisipasi musim kemarau serta menggunakan air secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama di sekitar semak belukar, rumput kering, maupun kawasan hutan karena berisiko memicu kebakaran saat musim kemarau. Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi resmi BMKG, khususnya peringatan dini cuaca dan iklim ekstrem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5825 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2205 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan