Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tiga Hari ke Depan Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Bali

Senin, 27 Juli 2026, 10:21 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Tiga Hari ke Depan Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Meski sebagian besar wilayah Bali telah memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang masih mendukung terbentuknya awan hujan.

Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, I Gede Agus Mahendra, mengatakan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Bali dipicu oleh aktifnya gelombang Rossby yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.

Selain itu, massa udara basah masih terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 850 hPa di wilayah Bali. Suhu permukaan laut di sekitar perairan Bali yang cukup hangat juga meningkatkan pasokan uap air di atmosfer sehingga memperbesar peluang terbentuknya hujan. Meskipun demikian, secara klimatologis Bali masih berada pada musim kemarau.

"Kondisi ini masih tergolong normal, sebagian besar wilayah Bali berada pada musim kemarau," jelasnya, Senin (27/7/2026) di Badung.

BMKG memprakirakan potensi hujan masih akan terjadi dalam tiga hari ke depan, terutama di wilayah Bali bagian timur, tengah, dan selatan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Tiga hari kedepan wilayah Bali masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan - sedang di wilayah bali bagian timur, tengah dan selatan," ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun musim kemarau telah berlangsung, hujan tetap dapat terjadi secara lokal apabila terdapat faktor-faktor cuaca yang mendukung.

"Saat ini wilayah Bali masih berada pada musim kemarau potensi hujan masih dapat terjadi secara lokal dan tidak merata di wilayah Bali ketika ada faktor cuaca pendukungnya," katanya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama musim kemarau. Warga disarankan menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi diri dari paparan sinar ultraviolet dan suhu yang terik.

Selain itu, masyarakat umum, nelayan, serta pelaku wisata bahari diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut setinggi dua meter atau lebih di Perairan Utara Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, dan Perairan Selatan Bali.

Di sektor pertanian, masyarakat diimbau mulai menyiapkan penampungan air sebagai antisipasi musim kemarau serta menggunakan air secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama di sekitar semak belukar, rumput kering, maupun kawasan hutan karena berisiko memicu kebakaran saat musim kemarau. Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi resmi BMKG, khususnya peringatan dini cuaca dan iklim ekstrem.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami