Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
4 Petugas SPK Polsek Abinsemal Diperiksa Provost
Mengwi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kasus tewasnya tersangka togel, I Made Malen (50), yang gantung diri dikamar mandi Polsek Abiansemal, Kini, berita terbarunya cukup mengiriskan bagi petugas Polsek Abiansemal.
Bayangkan saja, gara-gara tewasnya Malen, empat petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) diperiksa Provost unit Pengaduan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Badung.
Mereka yang diperiksa, bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Abiansemal masing-masing Aiptu INA, IDNG, Briptu IMS dan Brigadir AA. NMS.
Pemeriksaan empat petugas SPK diungkapkan Pahumas Polres Badung Kompol I Gusti Ayu Sasih, Senin (27/7). Menurutnya, pemeriksaan ini terkait adanya unsur kelalaian, pasca tewasnya I Made Malen (50) asal Banjar Telaga, Desa Darmaba, Abiansemal, Mengwi. Yang ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi Polsek Abiansemal.
“Iya, mereka diperiksa karena dinilai lalai,” ucap Pahumas kepada Beritabali.com. Ditegaskannya, dalam aturan yang berlaku, seorang tahanan tidak diijinkan membawa apapun kedalam kamar mandi. Termasuk kain selempang batik yang dipakai tersangka menjerat lehernya.
Sesuai arahan pimpinan, mereka pun bakal dikenakan sanksi. Setidaknya, tidak tertutup kemungkinan keempat petugas tadi akan menjalani sidang disiplin.
Disebutkan Pahumas, pasca kejadian, di Polsek Abiansemal saat itu dijaga 3 petugas. Sementara Brigadir Sutanaya minta ijin, tidak masuk kerja.
Dari hasil pemeriksaan unit P3D, 3 petugas jaga mengakui memberikan ijin kepada korban membawa kain selempang. Dengan alasan, untuk sembahyang. Tapi oleh korban, ternyata dipakai untuk bunuh diri.
Lain rumor yang beredar, Pahumas tidak membantah ataupun mengiyakan, adanya kabar jika korban yang dijebloskan ke penjara 29 Juni, pernah berniat akan bunuh diri. “Waduh saya belum dapat laporan tentang itu,” ucapnya.
Yang jelas, kata Pahumas, tersangka nekad mengakhiri ajalnya dengan selendang karena stress ditahan di penjara. "Korban bunuh diri diduga akibat depresi berat,” imbuhnya.
Dari rangkuman yang dihimpun, tersangka I Made Malen nekat gantung diri dengan menjerat lehernya dengan kain batik kemudian diikat di ventilasi kamar mandi. Aksi nekat itu dilakukan pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 05.30 dan sebelumnya korban meminta izin kepada petugas jaga kalau ingin buang air besar. Setelah hampir selama 20 menit berada didalam, petugas pun curiga dan akhirnya mendobrak pintu dan melihat tubuh korban terbujur kaku dalam kondisi yang mengenaskan. (Spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan