Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kembali, Pedagang Dan Ojek Ngelurug DPRD

Negara

Senin, 27 Juli 2009, 21:13 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Berbagai upaya yang dilakukan pedagang, asongan dan ojek di Gilimanuk untuk memperjuangkan nasibnya tidak juga padam. Kali ini mereka ngelurug kantor DPRD Jembrana untuk mengadukan nasibnya serta memohon solusi agar mereka dapat tetap beroperasi di Terminal Gilimanuk.

Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.

Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. “Kami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,” ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.

Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. “Setelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,” teriaknya sambil berdiri.

Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.

“Kami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. “Kami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,”ucapnya sambil mengusap air mata.

Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami