Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kembali, Pedagang Dan Ojek Ngelurug DPRD
Negara
Senin, 27 Juli 2009,
21:13 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Berbagai upaya yang dilakukan pedagang, asongan dan ojek di Gilimanuk untuk memperjuangkan nasibnya tidak juga padam. Kali ini mereka ngelurug kantor DPRD Jembrana untuk mengadukan nasibnya serta memohon solusi agar mereka dapat tetap beroperasi di Terminal Gilimanuk.
Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.
Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. “Kami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,†ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.
Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. “Setelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,†teriaknya sambil berdiri.
Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.
“Kami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,†tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. “Kami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,â€ucapnya sambil mengusap air mata.
Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Kedatangan 23 perwakilan pedagang, asongan dan ojek yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Gilimanuk dan Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat diantar langsung oleh Lurah Gilimanuk, I GN Darmaputra diterima di ruang rapat oleh Ketua DPRD Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta segenap anggotanya.
Ketika menyampaikan aspirasinya mereka mengaku tidak masalah jika ASDP menata Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan bertaraf internasional. “Kami tidak banyak menuntut, yang penting kami disediakan tempat yang aman, nyaman dan ada penghasilan,†ujar Gampang, salah seorang pedagang asongan di Gilimanuk yang ikut ngelurug.
Menurut Gampang, ASDP telah sewenang-wenang dan sombong lantaran awalnya mereka diiming-imingi ganti rugi apabila di tempat yang baru tidak mendapatkan penghasilan. “Setelah kami tanyakan, jawabannya sangat menyakitkan. Mereka bilang itu resiko kami. Bapak-bapak tolong perjuangkan kami, saya siap korban nyawa demi kelangsungan hidup masyarakat Gilimanuk,†teriaknya sambil berdiri.
Dari dialog yang dilakukan, terungkap kalau permintaan mereka hanya ingin diberikan kesempatan untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk, selama masih menunggu solusi.
“Kami hanya ingin diberikan ijin tetap berjualan di Pelabuhan Gilimanuk selama belum ada tempat yang layak untuk berdagang. Kami sudah lama tidak mendapat penghasilan, jika masih terus menunggu kami bisa mati kelaparan,†tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Utari. Dia membantah kalau pedagang dituding sering menganggu pengguna jasa penyebrangan. “Kami tidak pernah memaksa penunpang untuk belanja. Selama kami berjualan kami sudah mengikuti aturan yang ditentukan ASDP,â€ucapnya sambil mengusap air mata.
Yoni perwakilan ojek, mengatakan jantung perekonomian masyarakat Gilimanuk ada di pelabuhan dan terminal sehingga larangan ASDP ini membuat perekonomian di pasar dan lainnya ikut macet. Yoni mengaku akan menempuh jalur apapun untuk memperjuangkan nasib mereka. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026