Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Takut El Nino, Nelayan Enggan Melaut
Pengambengan
Kamis, 30 Juli 2009,
15:32 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kencangnya hembusan angin yang melanda Jembrana akhir-akhir ini membuat ketinggian gelombang laut di perairan Bali semakin meningkat sehingga nelayan Desa Pengambengan, Negara merasa enggan tetap melaut.
Keengganan nelayan kian bertambah manakala mengetahui kalau ancaman badai El Nino diprediksi akan melanda perairan Bali.
Sejumlah nelayan Pengambengan ketika ditemui, Kamis (30/7) mengaku enggan melaut lantaran angin kencang yang membuat gelombang laut semakin tinggi.
“Kami khawatir kalau terjadi apa-apa saat kami melaut. Apalagi diperkirakan perairan Bali akan dilanda badai El Nino,†tandas Haimun (35), salah seorang nelayan tradisional Pengambengan.
Menurut Haimun, biasanya angin kencang ini dimulai bulan Agustus nanti. “Saya tidak tahu kenapa kok bulan Juni angin sudah mulai kencang,†keluhnya.
Haimun mengaku kalau sudah sebulan lebih dirinya beserta puluhan nelayan tradisional Pengambengan tidak melaut.
“Ketimbang kami celaka, lebih baik kami tidak melaut. Waktunya kami manfaatkan untuk memperbaiki jaring dan perahu,†terangnya.
Namun, kata Haimun, ada juga nelayan yang terpaksa melaut untuk sekedar menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Kalau saya tidak berani melaut, ada juga sih yang terpaksa melaut karena tidak memiliki kegiatan lain atau pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga,†pungkas Haimun. (dey)
Keengganan nelayan kian bertambah manakala mengetahui kalau ancaman badai El Nino diprediksi akan melanda perairan Bali.
Sejumlah nelayan Pengambengan ketika ditemui, Kamis (30/7) mengaku enggan melaut lantaran angin kencang yang membuat gelombang laut semakin tinggi.
“Kami khawatir kalau terjadi apa-apa saat kami melaut. Apalagi diperkirakan perairan Bali akan dilanda badai El Nino,†tandas Haimun (35), salah seorang nelayan tradisional Pengambengan.
Menurut Haimun, biasanya angin kencang ini dimulai bulan Agustus nanti. “Saya tidak tahu kenapa kok bulan Juni angin sudah mulai kencang,†keluhnya.
Haimun mengaku kalau sudah sebulan lebih dirinya beserta puluhan nelayan tradisional Pengambengan tidak melaut.
“Ketimbang kami celaka, lebih baik kami tidak melaut. Waktunya kami manfaatkan untuk memperbaiki jaring dan perahu,†terangnya.
Namun, kata Haimun, ada juga nelayan yang terpaksa melaut untuk sekedar menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Kalau saya tidak berani melaut, ada juga sih yang terpaksa melaut karena tidak memiliki kegiatan lain atau pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga,†pungkas Haimun. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2486 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1941 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026