Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Masjid Kampung Jawa Diancam Bom
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ancaman bom terjadi, Jumat (31/7) di Madrasah Ibtidaiyah Al-Miftah di Jalan Kartini nomor 26 Denpasar, atau tepatnya di kawasan Kampung Jawa.
Hanya saja, setelah ditelusuri oleh tim Gegana Polda Bali, barang yang dicurigai sebagai bom tidak ditemukan.
Ancaman teror dilayangkan lewat via SMS (Short Massage System) dan diterima oleh Fadoli, Kepala Sekolah dan seorang guru, Nurhasanah. Pelaku mengirimkan SMS berisi pesan pendek yang mengatakan dirinya adalah Nurdin. Yang siap meledakkan masjid Al – Miftah dalam sekejab.
Spontanitas, ancaman itu mengakibatkan sejumlah murid Sekolah Dasar yang kiranya berjumlah sekitar 400 orang itu berserta stap dan guru pengajar sekitar pukul 09.00 Wita langsung ngacir alias melarikan diri.
Setelah ancaman bom dilaporkan ke Polsek Denbar, satuan tim Gegana Polda Bali langsung melakukan penyisiran lokasi kejadian. Seluruh pojok ruangan kelas dan ruangan guru dan lainnya ditelusuri.
Tim gegana tidak melakukan penyisiran dengan bantuan alat metal detector, tapi pandangan mata saja. satu jam lebih ditelusuri, petugas tidak menemukan bahan peledak atau bom.
Drs Haji Umar Dani selaku Kepala Dusun Bhuana Sari, Denpasar yang ditemui Beritabali.com mengakui ada ancaman teror lewat sms. Saat mengadukan masalah tersebut, kepala sekolah dan guru setempat mengaku, ada dua buah nomer ponsel berbeda masuk ke hp mereka.
“Kepala sekolah ketika menunjukan sms itu pada saya. Saya hanya bisa menangkap bahwa pesan itu mengancam akan meledakkan Madrasah Ibtidaiyah Al-Miftah jam 10.00 Wita sekarang. Diakhir kalimat sms, tertulis sebuah nama yang menyebutkan bahwa si pengirim adalah Nurdin.
“Entah itu Noordin N Top buronan Polisi yang sedang dicari atau Nurdin lain saya kurang paham,” ungkap pria yang saat itu menggunakan baju batik dan peci di lokasi kejadian.
Terpisah, Haji Muhammad Homsun, ketua yayasan setempat mengatakan, sms yang ditujukan kepada kepala sekolah dan guru itu sudah berlangsung sejak Kamis (30/7) malam.
Katanya, pasca terror tersebut, sejumlah murid tetap dianjurkan untuk masuk sekolah karena, sudah merupakan kesepakatan yang kita sudah musyawarahkan dengan kepala sekolah dan seluruh pengajar beserta yayasan.
Kapolsek Denbar AKP Agus Nugroho yang dikonfirmasi Beritabali.com mengatakan, ancaman teror tersebut dikirim oleh orang yang tidak bertanggung-jawab, sekadar untuk menakut-nakuti masyarakat.
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2799 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun