Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pedagang Boleh Jualan, Ojek Nuntut
Gilimanuk
Senin, 3 Agustus 2009,
16:39 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran ASDP Gilimanuk keliru menerjemahkan kebijakan pimpinan pusatnya, pedagang yang tergusur dari Pelabuhan Gilimanuk diperbolehkan lagi berjualan. Namun, tidak demikian halnya dengan tukang ojek. Mereka menuntut kebijakan serupa agar diijinkan tetap beroperasi di dalam Pelabuhan Gilimanuk.
Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Nyoman Suheng Kusmayasa yang langsung bertandang ke Jakarta menemui Direktur Utama PT. Indonesia Ferry, Bambang
Surjanto mengungkapkan penataan Pelabuhan Gilimanuk itu bertujuan untuk menghilangkan kesan semrawut sehingga pengguna jasa pelabuhan merasa nyaman dan aman, termasuk menata pedagang yang sehari-harinya mencari nafkah di pelabuhan tanpa harus menutup kesempatan mereka mencari nafkah di pelabuhan.
-uItu artinya pedagang tetap bisa berjualan di dalam pelabuhan hanya mereka ditata lagi agar lebih rapi. Dari penjelasan yang kita dapat, kita melihat ASDP salah menterjemahkan keputusan Indonesia Ferry,- jelas Suheng.
Menurut Suheng, penataan pedagang ini akan dilakukan secepatnya dengan memberikan fasilitas cuma-cuma berupa seragam, kartu pengenal (ID card) serta tempat berjualannya diatur dengan zona-zona yang ditentukan oleh pihak pelabuhan.
Perubahan kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban. Di depan para pedagang yang sempat tergusur,
Ospar menegaskan kalau mereka bisa kembali berjualan di pelabuhan dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi, misalnya tidak melanggar zone-zone yang telah dibuat oleh pihak ASDP.
Ternyata kebijakan ini menuai tuntutan dari sejumlah tukang ojek yang juga mangkal di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka merasa dianaktirikan lantaran kebijakan tersebut tidak sampai menyentuh ratusan tukang ojek.
Sejumlah tukang ojek, ketika ditemui Senin (3/8) mengatakan kebijakan mengijinkan pedagang kembali berjualan tidak menyelesaikan masalah selama kebijakan tersebut tidak juga menyentuh tukang ojek.
-uKami jelas minta keadilan, kenapa hanya pedagang saja boleh berjualan didalam pelabuhan, sementara
untuk ojek tidak ada solusi,- ujar Yoni, koordinator ojek pelabuhan (opel) kepada anggota DPRD Jembrana yang datang ke pelabuhan Gilimanuk, Senin (3/8).
Menurutnya, mereka juga siap ditata seperti halnya pedagang asalkan tetap diijinkan mencari penghasilan di pelabuhan. -uKalau tidak diberikan kebijakan otomatis seratusan opel akan kehilangan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya,- tandasnya.
Yoni dan teman-temannya mengaku siap bertemu dengan direktur utama PT Indonesia Ferry untuk mencari kejelasan tentang nasib mereka. (dey)
Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Nyoman Suheng Kusmayasa yang langsung bertandang ke Jakarta menemui Direktur Utama PT. Indonesia Ferry, Bambang
Surjanto mengungkapkan penataan Pelabuhan Gilimanuk itu bertujuan untuk menghilangkan kesan semrawut sehingga pengguna jasa pelabuhan merasa nyaman dan aman, termasuk menata pedagang yang sehari-harinya mencari nafkah di pelabuhan tanpa harus menutup kesempatan mereka mencari nafkah di pelabuhan.
-uItu artinya pedagang tetap bisa berjualan di dalam pelabuhan hanya mereka ditata lagi agar lebih rapi. Dari penjelasan yang kita dapat, kita melihat ASDP salah menterjemahkan keputusan Indonesia Ferry,- jelas Suheng.
Menurut Suheng, penataan pedagang ini akan dilakukan secepatnya dengan memberikan fasilitas cuma-cuma berupa seragam, kartu pengenal (ID card) serta tempat berjualannya diatur dengan zona-zona yang ditentukan oleh pihak pelabuhan.
Perubahan kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban. Di depan para pedagang yang sempat tergusur,
Ospar menegaskan kalau mereka bisa kembali berjualan di pelabuhan dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi, misalnya tidak melanggar zone-zone yang telah dibuat oleh pihak ASDP.
Ternyata kebijakan ini menuai tuntutan dari sejumlah tukang ojek yang juga mangkal di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka merasa dianaktirikan lantaran kebijakan tersebut tidak sampai menyentuh ratusan tukang ojek.
Sejumlah tukang ojek, ketika ditemui Senin (3/8) mengatakan kebijakan mengijinkan pedagang kembali berjualan tidak menyelesaikan masalah selama kebijakan tersebut tidak juga menyentuh tukang ojek.
-uKami jelas minta keadilan, kenapa hanya pedagang saja boleh berjualan didalam pelabuhan, sementara
untuk ojek tidak ada solusi,- ujar Yoni, koordinator ojek pelabuhan (opel) kepada anggota DPRD Jembrana yang datang ke pelabuhan Gilimanuk, Senin (3/8).
Menurutnya, mereka juga siap ditata seperti halnya pedagang asalkan tetap diijinkan mencari penghasilan di pelabuhan. -uKalau tidak diberikan kebijakan otomatis seratusan opel akan kehilangan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya,- tandasnya.
Yoni dan teman-temannya mengaku siap bertemu dengan direktur utama PT Indonesia Ferry untuk mencari kejelasan tentang nasib mereka. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026