Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mendagri Soroti Penggunaan Nama Asing
Nusa Dua
Selasa, 4 Agustus 2009,
19:57 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penggunaan nama-nama asing pada sejumlah tempat geografis (rupabumi) di Bali disorot Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto. Pasalnya nama-nama itu dikhawatirkan bisa menggusur nama-nama lokal, yang notabene memiliki kaitan sejarah dengan tempat di sekitarnya.
Menurut Mendagri, nama-nama asing yang digunakan itu tidak berhubungan dengan sejarah atau asal usul tempat tersebut. Bila dibiarkan, maka dikhawatirkan budaya asli yang tergambar melalui nama-nama tempat tersebut akan hilang.
Hanya saja, Mendagri tak secara spesifik menyebut nama-nama asing di Bali. Tapi dari fakta yang ada, salah satu nama pantai yang belakangan populer adalah pantai Dreamland di Badung. Selain itu ada juga jalan Marlboro, arah barat Jalan Teuku Umar.
-uBeberapa tempat di Bali sudah mulai berganti nama, baik dengan nama asing maupun nama 'julukan baru' yang diberikan oleh turis-turis asing. Bahkan, nama-nama julukan itu terkadang lebih populer daripada nama lokalnya, sehingga di masa-masa datang dikhawatirkan nama-nama lokal akan hilang bergenti dengan nama baru, bahkan sekalgus bisa mencabut generasi muda dari akar budaya lokalnya,- papar Mendagri pada acara 'South East Asian Survey Congress' (SEASC) di Nusa Dua, Selasa (4/8).
Terkait hal itu, Mendagri menegaskan, sudah saatnya Pemerintah menertibkan penggunaan nama-nama geografis di Indonesia, mengingat saat ini sudah banyak nama-nama asing yang digunakan untuk menggantikan nama-nama lokal.
Padahal menurut Mardiyanto, sejarah dan legenda nama-nama tempat di Indonesia merupakan kekayaan budaya banghsa Indonesia yang cukup beralasan dilestarikan. Alasan utamanya adalah, dengan melestarikannya, berarti membangun semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air.
-uNama-nama tempat dan sejarahnya merupakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia, maka sangat penting untuk mempertahankan nama-nama tempat atau nama-nama geografis tersebut,- pungkasnya. Mengganti nama-nama geografis secara sembarangan tanpa memperhatikan kaitannya dengan sejarahnya, akan mengaburkan ikatan masyarakat dengan tempat asalnya," pungkas Mardiyanto. (sss)
Menurut Mendagri, nama-nama asing yang digunakan itu tidak berhubungan dengan sejarah atau asal usul tempat tersebut. Bila dibiarkan, maka dikhawatirkan budaya asli yang tergambar melalui nama-nama tempat tersebut akan hilang.
Hanya saja, Mendagri tak secara spesifik menyebut nama-nama asing di Bali. Tapi dari fakta yang ada, salah satu nama pantai yang belakangan populer adalah pantai Dreamland di Badung. Selain itu ada juga jalan Marlboro, arah barat Jalan Teuku Umar.
-uBeberapa tempat di Bali sudah mulai berganti nama, baik dengan nama asing maupun nama 'julukan baru' yang diberikan oleh turis-turis asing. Bahkan, nama-nama julukan itu terkadang lebih populer daripada nama lokalnya, sehingga di masa-masa datang dikhawatirkan nama-nama lokal akan hilang bergenti dengan nama baru, bahkan sekalgus bisa mencabut generasi muda dari akar budaya lokalnya,- papar Mendagri pada acara 'South East Asian Survey Congress' (SEASC) di Nusa Dua, Selasa (4/8).
Terkait hal itu, Mendagri menegaskan, sudah saatnya Pemerintah menertibkan penggunaan nama-nama geografis di Indonesia, mengingat saat ini sudah banyak nama-nama asing yang digunakan untuk menggantikan nama-nama lokal.
Padahal menurut Mardiyanto, sejarah dan legenda nama-nama tempat di Indonesia merupakan kekayaan budaya banghsa Indonesia yang cukup beralasan dilestarikan. Alasan utamanya adalah, dengan melestarikannya, berarti membangun semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air.
-uNama-nama tempat dan sejarahnya merupakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia, maka sangat penting untuk mempertahankan nama-nama tempat atau nama-nama geografis tersebut,- pungkasnya. Mengganti nama-nama geografis secara sembarangan tanpa memperhatikan kaitannya dengan sejarahnya, akan mengaburkan ikatan masyarakat dengan tempat asalnya," pungkas Mardiyanto. (sss)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2610 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026