Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pendidikan AIDS Masuk Kurikulum Sekolah
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Komisi Penanggulangan HIV/AIDS merekomendasikan kepada kepala daerah untuk memasukkan pendidikan HIV/AIDS sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Rekomendasi ini sebagai tindak lanjut dari target Kongres ke-9 tentang AIDS Se-Asia-Pasifik yang menargetkan upaya penanggulangan HIV/AIDS pada kalangan remaja.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi pada keterangannya di Nusa Dua, Kamis (13/8) mengakui remaja sangat rentan terinfeksi HIV/AIDS. Sebab 50 persen pengguna jarum suntik di Indonesia rata-rata berumur 15-24 tahun. Begitu juga dengan pekerja seks 40 persen berusia remaja.
Baca juga:
Viral Penghulu Ganteng Bikin Salah Fokus
Menurut Nafsiah, kepala daerah dan sekolah mempunyai peran penting dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kalangan remaja. “Supaya disekolah-sekolah juga sudah memulai , dimasukkan kurikulum sehingga anak-anak kita mulai dari awal,†ujarnya.
Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi menambahkan jika dalam 2 tahun kedepan tidak terdapat upaya penanggulangan maka jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia dapat mencapai 2 juta kasus. Sementara berdasarkan data lembaga dunia bidang AIDS (UNAIDS) jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 270.000 kasus. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun