Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pendidikan AIDS Masuk Kurikulum Sekolah

Nusa Dua

Kamis, 13 Agustus 2009, 21:36 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Komisi Penanggulangan HIV/AIDS merekomendasikan kepada kepala daerah untuk memasukkan pendidikan HIV/AIDS sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Rekomendasi ini sebagai tindak lanjut dari target Kongres ke-9 tentang AIDS Se-Asia-Pasifik yang menargetkan upaya penanggulangan HIV/AIDS pada kalangan remaja. 



Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi pada keterangannya di Nusa Dua, Kamis (13/8) mengakui remaja sangat rentan terinfeksi HIV/AIDS. Sebab 50 persen pengguna jarum suntik di Indonesia rata-rata berumur 15-24 tahun. Begitu juga dengan pekerja seks 40 persen berusia remaja.


Menurut Nafsiah, kepala daerah dan sekolah mempunyai peran penting dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kalangan remaja. “Supaya disekolah-sekolah juga sudah memulai , dimasukkan kurikulum sehingga anak-anak kita mulai dari awal,” ujarnya.



Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi menambahkan jika dalam 2 tahun kedepan tidak terdapat upaya penanggulangan maka jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia dapat mencapai 2 juta kasus. Sementara berdasarkan data lembaga dunia bidang AIDS (UNAIDS) jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 270.000 kasus. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami