Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pendidikan AIDS Masuk Kurikulum Sekolah
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Komisi Penanggulangan HIV/AIDS merekomendasikan kepada kepala daerah untuk memasukkan pendidikan HIV/AIDS sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Rekomendasi ini sebagai tindak lanjut dari target Kongres ke-9 tentang AIDS Se-Asia-Pasifik yang menargetkan upaya penanggulangan HIV/AIDS pada kalangan remaja.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi pada keterangannya di Nusa Dua, Kamis (13/8) mengakui remaja sangat rentan terinfeksi HIV/AIDS. Sebab 50 persen pengguna jarum suntik di Indonesia rata-rata berumur 15-24 tahun. Begitu juga dengan pekerja seks 40 persen berusia remaja.
Baca juga:
Viral Penghulu Ganteng Bikin Salah Fokus
Menurut Nafsiah, kepala daerah dan sekolah mempunyai peran penting dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kalangan remaja. “Supaya disekolah-sekolah juga sudah memulai , dimasukkan kurikulum sehingga anak-anak kita mulai dari awal,†ujarnya.
Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi menambahkan jika dalam 2 tahun kedepan tidak terdapat upaya penanggulangan maka jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia dapat mencapai 2 juta kasus. Sementara berdasarkan data lembaga dunia bidang AIDS (UNAIDS) jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 270.000 kasus. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang