Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pindah Sekolah, Bayar Ratusan Ribu
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dunia pendidikan di Jembrana rupanya masih compang-camping. Pasalnya, pendidikan gratis yang digembar-gemborkan tidak sepenuhnya benar setelah adanya pungutan kepada siswa pindah dari sekolah di luar Jembrana ke Jembrana. Besarnya tidak main-main bisa mencapai Rp. 1 juta.
Seorang warga Jembrana, mengaku kalau tahun ajaran 2009/2010 ini salah satu teman anaknya dari Denpasar pindah sekolah ke SDN 2 Banjar Tengah. Orang tua murid tersebut terperangah lantaran dimintai pungutan sebesar Rp. 500 ribu.
Untuk mengagetkan orang tua murid tersebut, pihak sekolah menyodorkan aturan main pungutan ini. “Anak itu baru pindah ke SDN 2 Banjar Tengah pada tahun ajaran baru ini,” terang salah satu warga Jembrana.
Dalam surat edaran tersebut tertulis kalau siswa SD yang pindah dari luar Jembrana ke Jembrana dikenai pungutan Rp. 500 ribu, siswa SMP Rp. 750 ribu dan siswa SMA Rp. 1 juta.
Kepala SDN 2 Banjar Tengah, Nyoman Sujana ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8) mengatakan membenarkan sempat ada aturan pungutan sebesar Rp. 500 ribu bagi siswa dari luar Jembrana yang pindah ke sekolahnya.
Pungutan ini berdasarkan pada Surat Edaran Nomor 420/928 Dikbudpar/2007 tertanggal 11 Juli 2007 ditandatangani oleh Kepala Dinas Dikbudpar Jembrana, AA Gede Putrayasa. Sujana juga membenarkan kalau pada tahun ajaran baru ini ada murid baru pindahan Denpasar namun Sujana mengelak kalau murid tersebut dikenai pungutan Rp. 500 ribu.
“Dia tidak dikenai pungutan apapun karena ada surat edaran gubernur yang intinya menggratiskan bagi murid SD. Jadi surat
ini (surat edaran Kepala Dinas Dikbudpar, red) luluh oleh surat edaran gubernur,” terang Sujana.
Sementara itu Putrayasa ketika dihubungi, Jumat (21/8) membenarkan adanya surat edaran yang ditandatanganinya namun kini surat edaran tersebut sudah tidak diberlakukan lagi sehubungan adanya surat edaran gubernur yang melarang adanya pungutan bagi siswa pindah sekolah.
“Surat itu (surat edaran Kepala Dinas Dikbudpar, red) tidak berlaku lagi sejak tahun ajaran baru ini,” kata Putrayasa. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan