Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Pemilik Kapal Plus Nakhoda Resmi Tersangka
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aparat kepolisian Direktorat Pol Air Benoa, akhirnya menentukan, Dewa Nyoman Raka, selaku nakhoda kapal motor Putra Rom sebagai tersangka. Ia dikenakan Undang - undang pelayaran nomor 17 tahun 2008 pasal 115 ayat 2, ancaman 10 tahun dan denda 1,5 milyar.
“Ya sudah dijadikan tersangka. Sudah terpasang jeratan pasal terberat,†tegas Kasigakkum Dit. Pol Air Polda Bali AKP Rai Suwandi, Selasa (1/9).
Terkait dengan pasal ini, Nyoman Raka diduga melakukan pelanggaran terkait banyak hal. Diantaranya, dari segi kelayakan kapal, yang tidak layak melaut dan nakhoda pengganti kepada tersangka Kadek Geria, yang jelas jelas tidak memiliki SKK dan SIB.
“Jika terjadi kecelakaan kapal penumpang di laut maka pihak-pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini nahkoda atau pemilik kapal, perusahaan pelayaran, aparat pengawas serta penerbit sertifikat," ungkapnya.
AKP Rai Suwandi mengatakan, nantinya pihaknya akan segera memanggil pihak Syahbandar untuk dimintai keterangan. Sejatinya, aparat kepolisian akan menyurati Kepala Pelabuhan (Kapel) Nusa Penida yang membawahi syahbandar. Surat tersebut sudah mendapat balasan dan rencananya, pihak Syahbandar akan datang untuk menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, Nyoman Raka sendiri telah menjalani pemeriksaan penyidik, Selasa (1/9). Dimana, dalam kesaksiannya, Dewa Nyoman Raka mengakui tidak berlayar. Ia sedang upacara gaben dan posisinya diganti oleh Kadek Geria (nakhoda pengganti), pasca tragedi yang menewaskan 9 penumpang, pada Rabu (26/8), lalu.
“Saya ada upacara gaben dan tidak ikut belayar. Yang menggantikan Kadek Geria,†jelasnya kepada awak media.
Terungkap pula, dari keterangan Nyoman Raka, Kadek Geria tidak memiliki Surat Keterangan Kecakapan (SKK) dan Surat Izin Berlayar (SIB). Hal ini, sudah diperankan Kadek Geria selama bertahun tahun, apabila Nyoman Raka sedang sibuk.
Nahkoda asal Klungkung ini mengaku sebelum berangkat, Kadek Geria telah melapor ke Syahbandar untuk melengkapi surat surat keberangkatan. Anehnya, setelah kasus ini terjadi, pihak pihak Syahbandar, malah mengaku tidak ada menandatangani surat keberangkatan.
“Kadek Geria sudah tanda-tangan. Tapi pihak Syahbandar bilang tidak ada. Mereka itu picik dan tidak bertanggung jawab,†akuinya sedikit kesal.
Diakuinya pula, saat kapal motor Putra Romo berangkat, telah memuat penumpang dan mengangkut bahan material seperti pasir dan semen serta kebutuhan sembako, yang keseluruhannya mencapai 16 ton dari kekuatan kapal maksimal 30 ton. Sedangkan, untuk sarana life jacket (jaket pengaman), tersimpan di dalam lemari. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4917 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3419 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2140 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 855 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan