Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Rabies Mendekat, Jembrana Siaga
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Merebaknya kasus rabies di Tabanan membuat Pemkab Jembrana siaga. Pasalnya, dengan semakin mendekatnya kasus penyakit mematikan tersebut, Pemkab Jembrana khawatir kalau kasus yang sama akan terjadi di Jembrana.
Dari informasi yang dihimpun, begitu mengetahui kalau anjing yang menggigit warga Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan positif rabies, Pemkab Jembrana langsung merapatkan barisan untuk mengantisipasi agar penyakit mematikan akibat gigitan anjing tersebut tidak sampai terjadi di Jembrana.
Pemkab Jembrana mengerahkan sejumlah petugas surveilans Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Diskessos) dan petugas Pos Pelayanan dan Pemberdayaan Terpadu (Posdayandu) untuk melakukan pelacakan kasus gigitan ajing yang terjadi di masyarakat.
Plh Kadis Kessos, I Nyoman Susila mengaku mengkhawatiri kasus rabies di Tabanan akan melebar ke Jembrana. “Kita khawatirkan rabies yang sedang merebak di Tabanan,†katanya, Kamis (3/9).
Meski belum ditemukan kasus rabies, Susila mengaku sudah menerjunkan petugas survelians baik dari Diskessos maupun Posdayandu untuk melakukan pelacakan terhadap kasus warga yang digigit anjing.
“Mereka diperintahkan untuk melacak dan melaporkannya secara periodik,†terangnya. Menurut Susila, hingga kini pihaknya baru menerima laporan tiga kasus warga digigit anjing namun semuanya negatif rabies.
Baca juga:
Selain itu, lanjut Susila, Pemkab juga sudah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta masyarakat waspada terhadap rabies serta melakukan penyuluhan untuk menghindari penyakit mematikan tersebut.
Susila juga meminta agar masyarakat yang memiliki anjing agar tidak membiarkan ajing peliharaanya berkeliaran namun dikandangkan atau diikat serta divaksin dan kesehatanya terus dikontrol.
“Saat ini baru itu yang kita lakukan untuk mengantisipasi rabies masuk ke Jembrana, sedangkan untuk pemusnahan anjing liar belum kita lakukan,†jelasnya.
Meski demikian, kata Susila, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan pemusnahan ajing liar jika ada permintaan masyarakat. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun