Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rabies Mendekat, Jembrana Siaga

Beritabali.com, Negara

Kamis, 3 September 2009, 09:19 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Merebaknya kasus rabies di Tabanan membuat Pemkab Jembrana siaga. Pasalnya, dengan semakin mendekatnya kasus penyakit mematikan tersebut, Pemkab Jembrana khawatir kalau kasus yang sama akan terjadi di Jembrana.



Dari informasi yang dihimpun, begitu mengetahui kalau anjing yang menggigit warga Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan positif rabies, Pemkab Jembrana langsung merapatkan barisan untuk mengantisipasi agar penyakit mematikan akibat gigitan anjing tersebut tidak sampai terjadi di Jembrana.

Pemkab Jembrana mengerahkan sejumlah petugas surveilans Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Diskessos) dan petugas Pos Pelayanan dan Pemberdayaan Terpadu (Posdayandu) untuk melakukan pelacakan kasus gigitan ajing yang terjadi di masyarakat.



Plh Kadis Kessos, I Nyoman Susila mengaku mengkhawatiri kasus rabies di Tabanan akan melebar ke Jembrana. “Kita khawatirkan rabies yang sedang merebak di Tabanan,” katanya, Kamis (3/9).



Meski belum ditemukan kasus rabies, Susila mengaku sudah menerjunkan petugas survelians baik dari Diskessos maupun Posdayandu untuk melakukan pelacakan terhadap kasus warga yang digigit anjing.

“Mereka diperintahkan untuk melacak dan melaporkannya secara periodik,” terangnya. Menurut Susila, hingga kini pihaknya baru menerima laporan tiga kasus warga digigit anjing namun semuanya negatif rabies.

Baca juga:

Selain itu, lanjut Susila, Pemkab juga sudah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta masyarakat waspada terhadap rabies serta melakukan penyuluhan untuk menghindari penyakit mematikan tersebut.

Susila juga meminta agar masyarakat yang memiliki anjing agar tidak membiarkan ajing peliharaanya berkeliaran namun dikandangkan atau diikat serta divaksin dan kesehatanya terus dikontrol.

“Saat ini baru itu yang kita lakukan untuk mengantisipasi rabies masuk ke Jembrana, sedangkan untuk pemusnahan anjing liar belum kita lakukan,” jelasnya.



Meski demikian, kata Susila, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan pemusnahan ajing liar jika ada permintaan masyarakat. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami