Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Proses KTP SIAK Ngadat, Warga Mengeluh
Beritabali.com, Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejak dua bulan belakangan ini warga Dusun Munduk Ranti, Tukadaya, Melaya mengeluhkan ngadatnya penyelesaian KTP SIAK. Akibatnya, sejumlah perwakilan warga mendatangi Kantor Desa Tukadaya untuk mempertanyakan hal tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (3/9) sudah dua bulan lalu, 365 warga Munduk Ranti memproses pembuatan KTP SIAK maupun J-Id secara kolektif namun hingga kini baru 21 orang yang terselesaikan.
Padahal, warga-warga di dusun lainnya yang waktu pembuatannya bersamaan dengan warga Munduk Ranti, KTP SIAK dan J-Idnya sudah selesai.
“Waktu itu kami buat secara kolektif. Kami sudah difoto dan membayar Rp. 30 ribu,†ujar salah seorang warga saat ditemui di Kantor Desa Tukadaya, Kamis (3/9).
Akibatnya, imbuhnya, warga tidak dapat menyelesaikan sejumlah urusan yang harus menggunakan KTP.
“Yang mengurus KTP sampai 350-400 orang, per orang dipungut Rp 30 ribu, katanya kalau di urus secara masal lebih murah dan lebih cepat, tapi nyatanya malah sudah dua bulan lebih belum kelar juga, ya kami mempertanyakan ke kantor desa, karena kepala dusun plintat plintut,†kata salah seorang warga.
Warga menduga, uang yang terkumpul hasil pembayaran pembuatan KTP SIAK tersebut sudah habis digunakan oleh kepala dusun.
“Kami malah mendengar kalau dana pembayaran pembuatan KTP, sudah habis dipakai oleh kadus, kalau benar dia menggelapkan dana ya kami akan laporkan ke polisi,†katanya.
Namun niat mereka untuk mendemo kepala dusun Munduk Ranti urung dilakukan mengingat Kepala Desa Tukadaya bersama unsur Muspika sudah menyikapi dengan memanggil kepala dusun Munduk Ranti Gede Astawa dan beberapa juru arah untuk dimintai keterangan di kantor desa setempat. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun