Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mencair, Hubungan Panas Eksekutif-Legislatif

Beritabali.com, Negara

Kamis, 10 September 2009, 18:08 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Setelah sempat “memanas” hubungan eksekutif dengan legislatif Jembrana mencair. Sebelumnya, anggota dewan periode 2004-2009 yang baru saja lengser sangat vokal mengkritisi kebijakan Bupati Jembrana, I Gede Winasa.



Dari informasi yang dihimpun, Kamis (10/9) mencairnya hubungan ekskutif dan legislatif ditandai dengan pertemuan unsur pimpinan dewan serta ketua fraksi DPRD Jembrana bertemu dengan Winasa, Rabu (9/9) lalu.

Pertemuan ini terbilang istimewa, lantaran merupakan pertemuan pertama antara Winasa dengan anggota DPRD Jembrana periode 2009-2014 pasca pelantikan. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyamakan persepsi terkait pemerintahan.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, I Wayan Sukaya dikonfirmasi Kamis (10/9) membenarkan adanya pertemuan tersebut.

Pertemuan tersebut hanya salah satu bentuk silaturahmi sebagaiuntuk menyambung hubungan antara ekskutif dan legislatif.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Fraksi, Putu Kamawijaya yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan itu bukan berarti pertanda dewan akan merapat ke eksekutif namun untuk menjalin kemitraan antara kedua lembaga demi kepentingan rakyat.



“Pertemuan itu bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol kita. Kalau ada rambu yang dilanggar, ya kita harus ingatkan,” paparnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Fraksi PDI Perjuangan yang dulunya terkenal sangat vokal mengkritisi kebijakan eksekutif. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Sugiasa membenarkan kedatangannya dalam pertemuan itu.



Menurutnya, kehadiran pihaknya hanya sebatas memenuhi undangan eksekutif dan tidak ada hal signifikan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

“Tidak ada yang signifikan, asal tidak ada intervensi. Kita tidak masalah datang tapi kita tetap mengawal kepentingan rakyat,” ujar Sugiasa.

Tambah Sugiasa, selain untuk membuka komunikasi, pertemuan itu juga membahas tata tertib untuk mempercepat proses pengusulan pimpinan DPRD ke Propinsi untuk dievaluasi.

Namun, Sugiasa menyayangkan pertemuan tersebut tidak melibatkan Wakil Bupati, I Putu Artha meski dibungkus dalam format pertemuan pimpinan daerah.



“Saya usulkan agar ke depan kalau ada pertemuan eksekutif dan legislatif hendaknya Wakil Bupati juga diiikutkan,” tandasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami