Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 25 Juni 2026
Istri Sakit, Suami Gantung Diri
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diduga lantaran stress akibat istri masuk rumah sakit, seorang suami nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas tali di dalam Warung yang tertutup di Kelurahan Banjar Tegal.
Aksi yang dilakukan Ketut Wilasa (52), Kamis (10/9) di Warung Rosa di Jalan Pahlawan Kelurahan Banjar Tegal
diketahui pertama kali oleh adiknya Ketut Mudi (35) saat mencari kakaknya yang belum kembali pulang kerumahnya di Desa Kayuputih Melaka Kecamatan Sukasada.
Betapa kagetnya Ketut saat membuka warung milik kakaknya. Ia melihat korban tergantung pada tiang atap warung menempel dengan tembok.
“Saya tidak menyangka kakak saya nekat berbuat begini, mungkin lagi bingung lantaran istrinya opname di rumah
sakit, awalnya saya mencari kakak saya ini lantaran tidak pulang ke rumah, saat saya buka warung itulah saya melihat kakak saya sudah gantung diri,†ujar Mudi di tengah kerumunan warga.
Polisi yang mendapat laporan warga tersebut langsung menuju lokasi peristiwa dan melakukan evakuasi serta
olah lokasi peristiwa.
†Tidak ada tanda-tanda kekerasan, korban murni tewas gantung diri mengunakan seutas tali,†papar Kapolsektif Kota Singaraja, AKP. Putu Juen.
Berdasarkan hasil olah lokasi peristiwa, kondisi korban Ketut Wilasa ditemukan menempel pada tembok warung sedangkan lehernya terjerat seutas tali plastik warna biru.
Pada tubuh korban juga ditemukan kursi panjang yang diduga untuk memanjat dan mengikat tali pada tiang atap warung.
Warga yang ingin menyaksikan aksi gantung diri tersebut nampak memenuhi lokasi peristiwa. Arus lalu lintas di Jalan Pahlawan Singaraja itu nyaris macet, demikian juga saat dilakukan evakuasi. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun