Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hama Kutu Tepung Ancaman Ketahanan Pangan
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengidentifikasi hama Paracoccus Marginatus (Kutu Tepung) telah menyebar di seluruh Bali. Hama Kutu Tepung yang berasal dari Mexico ini menyerang tanaman pepaya dan pohon bunga seperti kembang sepatu dan Kamboja. Dimana Hama Kutu Tepung ini menyebabkan pohon pepaya meranggas dan pada pohon bunga menyebabkan daun pohon tumbuh kerdil.
Peneliti Hama Facultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Wayan Suparta ketika ditemui di Denpasar, Kamis (17/9) menyebutkan Ham Kutu Tepung yang masuk ke Bali pada awal 2009 kini telah endemis di beberapa kabupaten di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar dan Karangasem.
Menurut Suparta, Hama Kutu Tepung kini telah menjadi ancaman bagi usa ekspor pepaya, sebab hama kutu tepung paling banyak ditemukan menyerang pohon pepaya.
“Hama ini menyerang daun muda pepaya, kemudian daun tua sehingga tidak sampai dalam waktu satu minggu pohon pepaya akan menjadi mengering, sehingga tidak jarana terlihat pohon pepaya buahnya lebat tapi tidak ada daun,†ujar Prof. Wayan Suparta.
Peneliti Hama Facultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Wayan Suparta menyampaikan selain pepaya, hama kutu tepung juga menyerang tanaman ubi kayu. Kondisi ini dapat saja menganggu ketahanan pangan masyarakat terutama bagi petani kecil. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun