Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hama Kutu Tepung Ancaman Ketahanan Pangan

Beritabali.com, Denpasar

Kamis, 17 September 2009, 17:09 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Hasil Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengidentifikasi hama Paracoccus Marginatus (Kutu Tepung) telah menyebar di seluruh Bali. Hama Kutu Tepung yang berasal dari Mexico ini menyerang tanaman pepaya dan pohon bunga seperti kembang sepatu dan Kamboja. Dimana Hama Kutu Tepung ini menyebabkan pohon pepaya meranggas dan pada pohon bunga menyebabkan daun pohon tumbuh kerdil.



Peneliti Hama Facultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Wayan Suparta ketika ditemui di Denpasar, Kamis (17/9) menyebutkan Ham Kutu Tepung yang masuk ke Bali pada awal 2009 kini telah endemis di beberapa kabupaten di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar dan Karangasem.

Menurut Suparta, Hama Kutu Tepung kini telah menjadi ancaman bagi usa ekspor pepaya, sebab hama kutu tepung paling banyak ditemukan menyerang pohon pepaya.


“Hama ini menyerang daun muda pepaya, kemudian daun tua sehingga tidak sampai dalam waktu satu minggu pohon pepaya akan menjadi mengering, sehingga tidak jarana terlihat pohon pepaya buahnya lebat tapi tidak ada daun,” ujar Prof. Wayan Suparta.



Peneliti Hama Facultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Wayan Suparta menyampaikan selain pepaya, hama kutu tepung juga menyerang tanaman ubi kayu. Kondisi ini dapat saja menganggu ketahanan pangan masyarakat terutama bagi petani kecil. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami