Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hama Kutu Tepung Ancaman Ketahanan Pangan
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengidentifikasi hama Paracoccus Marginatus (Kutu Tepung) telah menyebar di seluruh Bali. Hama Kutu Tepung yang berasal dari Mexico ini menyerang tanaman pepaya dan pohon bunga seperti kembang sepatu dan Kamboja. Dimana Hama Kutu Tepung ini menyebabkan pohon pepaya meranggas dan pada pohon bunga menyebabkan daun pohon tumbuh kerdil.
Peneliti Hama Facultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Wayan Suparta ketika ditemui di Denpasar, Kamis (17/9) menyebutkan Ham Kutu Tepung yang masuk ke Bali pada awal 2009 kini telah endemis di beberapa kabupaten di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar dan Karangasem.
Menurut Suparta, Hama Kutu Tepung kini telah menjadi ancaman bagi usa ekspor pepaya, sebab hama kutu tepung paling banyak ditemukan menyerang pohon pepaya.
“Hama ini menyerang daun muda pepaya, kemudian daun tua sehingga tidak sampai dalam waktu satu minggu pohon pepaya akan menjadi mengering, sehingga tidak jarana terlihat pohon pepaya buahnya lebat tapi tidak ada daun,†ujar Prof. Wayan Suparta.
Peneliti Hama Facultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Wayan Suparta menyampaikan selain pepaya, hama kutu tepung juga menyerang tanaman ubi kayu. Kondisi ini dapat saja menganggu ketahanan pangan masyarakat terutama bagi petani kecil. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan