Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Takut Tsunami, Warga Sudah Siapkan Evakuasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gempa Bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter juga menguncang Kabupaten Buleleng. Saat peristiwa tersebut sejumlah warga pontang panting menyelamatkan diri. Sejumlah warga pesisir pantai resah dengan dampak gempa bumi tersebut.
Guncangan gempa bumi yang dirasakan Sabtu (19/9) hampir dirasakan di seluruh wilayah di Kabupaten Buleleng.
Sejumlah warga di Kota Singaraja merasa kaget dengan guncangan hampir dua menit tersebut. Semua warga pontang panting keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Di Pasar Anyar Singaraja, sejumlah pedagang dan pembeli berhamburan keluar gedung pasar.
"Yang pertama harus selamatkan diri dan keluarga, sangat keras sekali saya rasakan tadi di dalam sehingga saya dan anak-anak lari keluar pasar, semua juga berlariaan menyelamatkan diri," ungkap Nyoman Suartini, seorang Ibu yang berbelanja di Pasar Anyar.
Guncangan gempa bumi juga membuat resah sejumlah warga di kawasan pesisir Pantai Utara Buleleng. Beberapa diantaranya ada yang berkemas-kemas untuk mengantisipasi terjadinya tsunami.
"Siapa tidak takut, keras sekali guncangan dan lamanya dua menit, siapa tahu ada tsunami, saya was-was lebih baik keluarga saya ungsikan ke rumah keluarga terdekat," ujar Gede Kaler, nelayan di Pantai Buleleng.
Belum diketahui secara jelas kerugian akibat guncangan gempa bumi di Kabupaten Buleleng. Pemkab Buleleng nampaknya masih menginventarisir dan menunggu laporan dari Desa dan Kelurahan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan